Alat Pencernaan Manusia

Saluran pencernaan manusia memiliki panjang sekitar 9,5 meter, dari mulut hingga anus. Makanan membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk dapat melewatinya. Saluran pencernaan meliputi alat – alat pencernaan dan organ-organ penghasil getah pencernaan. Alat pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum, dan anus (Gambar di bawah). Sementara itu, organ penghasil getah pencernaan terdiri atas pankreas dan hati.

alat pencernaan manusia

A. Rongga Mulut (Kavum Oris)

Pencernaan makanan dimulai bersamaan dengan dimasukkannya makanan ke dalam rongga mulut. [baca juga Zat-zat makanan : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, & mineral] Di dalam mulut terjadi proses pencernaan, baik secara fisik maupun secara kimia. Mulut dilengkapi dengan organ-organ pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan bibir. Gigi berfungsi untuk menghancurkan makanan secara mekanis dengan pengunyahan. Manusia hanya memiliki dua susunan gigi selama hidupnya. Susunan gigi yang pertama disebut gigi susu, terdiri atas 20 gigi (Gambar di bawah bagian a). Gigi susu pertama kali tumbuh pada bayi berumur sekitar 6—8 bulan dan menjadi lengkap setelah umur 2 tahun. Gigi susu mulai tanggal dan digantikan oleh gigi tetap pada anak berumur sekitar 6—7 tahun. Susunan gigi tetap terdiri atas 32 gigi (Gambar di bawah bagian b).

susunan gigi susu dan gigi tetap, Alat Pencernaan Manusia

Sebuah gigi tersusun atas dua bagian, yaitu mahkota (di atas gusi) dan akar (di dalam gusi). Mahkota gigi dilapisi oleh email. Di bawah email terdapat dentin, yang sekeras tulang. Di bawah dentin terdapat rongga gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf (Gambar di bawah).

bagian-bagian gigi, Alat Pencernaan Manusia

Lidah berfungsi untuk merasakan rasa makanan, untuk mencampur makanan yang sedang dikunyah, serta untuk membantu proses penelanan. Pada permukaan lidah yang kasar terdapat ribuan kuncup pengecap yang membuat kita dapat merasakan manisnya gula atau asinnya garam. Kuncup pengecap itu terdapat pada ujung papillae (tunggal: papilla) lidah (Gambar di bawah). Bibir berfungsi untuk menahan makanan di dalam mulut agar tidak tumpah. Pada bayi, bibir berfungsi untuk mengisap susu.

lidah & papilla, Alat Pencernaan Manusia

Di dalam rongga mulut juga terdapat tiga pasang kelenjar saliva atau ludah, yaitu kelenjar parotis (di bawah telinga), kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibularis (di bawah rahang bawah).

Fungsi saliva adalah untuk membasahi makanan sehingga mudah dicerna. Di dalam saliva juga terdapat enzim ptialin atau enzim amilase yang berfungsi memecah amilum menjadi maltosa. Selain itu, di dalam saliva juga terdapat immunoglobulin A yang berfungsi menurunkan jumlah bakteri yang masuk ke mulut. Sekresi saliva dapat dirangsang oleh penglihatan, bau, atau bahkan pikiran tentang makanan.

B. Kerongkongan (Esofagus)

Setelah makanan dikunyah di dalam mulut dan bercampur dengan saliva, makanan itu disebut bolus. Selanjutnya, bolus akan ditelan dan berjalan menuju esofagus atau kerongkongan. Di dalam kerongkongan tidak terjadi proses pencernaan, kalaupun ada sifatnya hanya meneruskan pencernaan enzimatis yang terjadi di mulut. Di dalam kerongkongan, bolus didorong masuk ke lambung dengan gerak peristaltik.

C. Lambung (Ventrikulus)

Lambung adalah suatu kantong penyimpan makanan berbentuk huruf J. Pada perbatasan esofagus dengan lambung terdapat otot sfingter yang berfungsi membuka dan menutup mulut Lambung (Gambar di bawah).

lambung, Alat Pencernaan Manusia

Saat makanan telah memasuki lambung, otot ini berkontraksi menutup lubang sfingter sehingga makanan tidak kembali lagi ke esofagus.

Lambung terbagi atas tiga bagian, berturut-turut dari bagian terdepan, yaitu kardiak, fundus, dan pilorus. Dinding lambung tersusun atas otot yang kuat. Otot tersebut mengaduk dan mencampur bolus dengan getah lambung yang disekresi oleh sel-sel kelenjar di dinding lambung. Getah lambung berperan dalam pencernaan secara kimia dan terdiri atas asam klorida (HCl), enzim pepsin, serta enzim renin.

Asam klorida merupakan asam kuat yang berperan mengubah pepsinogen menjadi pepsin. Pepsinogen adalah bentuk enzim pepsin yang belum aktif. Selain itu, asam klorida juga dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Asam klorida menyebabkan pH lambung menjadi rendah (asam) sehingga di lambung tidak ada pencernaan karbohidrat.

Pepsin merupakan enzim yang bekerja mencerna protein menjadi polipeptida pendek. Adapun renin berfungsi mengendapkan protein susu (kasein) dari susu. Tanpa adanya renin, kasein tidak dapat dicerna sehingga lewat begitu saja.

Pencernaan kimia di lambung juga dibantu oleh adanya gerakan peristaltik lambung yang berperan dalam mencampur makanan sehingga pencernaan menjadi lebih optimal. Makanan yang telah mengalami pencernaan di lambung bercampur dengan getah lambung dan berubah menjadi semacam bubur yang disebut kim (chyme).

D. Usus Halus (Intestinum)

Dari lambung, makanan (dalam bentuk kim) akan diteruskan ke dalam usus halus. Masuknya kim ke usus halus diatur oleh otot sfingter pilorus. Panjang usus halus pada orang dewasa adalah sekitar 5,5—7 m dengan diameter sekitar 2,5 cm. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Di dalam usus halus terjadi sebagian besar pencernaan secara kimia karena dari dindingnya disekresi getah-getah pencernaan. Getah-getah pencernaan tersebut berasal dari pankreas dan hati.

Hati juga berperan penting dalam sistem pencernaan makanan. Peranan hati, antara lain menghasilkan cairan empedu (bilus) untuk mengemulsikan lemak, mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya sebagai cadangan energi, mengubah kelebihan asam amino menjadi urea, menyimpan zat besi dan vitamin tertentu, serta menawarkan racun dan zat lain yang berbahaya bagi tubuh. Bilus adalah cairan berwarna hijau kekuningan yang mengandung air, garam-garam empedu, zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin), kolesterol, dan elektrolit-elektrolit.

Tiga puluh sentimeter pertama usus halus merupakan usus dua belas jari atau duodenum. Di dalam duodenum bermuara getah-getah pencernaan yang berasal dari pankreas dan hati (Gambar di bawah).

pankreas, Alat Pencernaan Manusia

Di dalam duodenum, lemak akan diemulsikan Oleh cairan empedu yang berasal dari hati. Lemak yang telah diemulsikan ini selanjutnya akan dicerna oleh enzim lipase, yaitu enzim pencerna lemak, yang dihasilkan oleh pankreas. Hasil pencernaan lemak adalah asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol akan diserap oleh pembuluh limfa atau pembuluh kil di dalam usus halus.

Pankreas menghasilkan enzim amilase, tripsin, dan kimotripsin. Amilase akan memecah polisakarida (amilum) menjadi disakarida (maltosa). Tripsin dan kimotripsin akan mencerna polipeptida (protein) menjadi dipeptida. Pankreas juga menghasilkan natrium bikarbonat (bersifat basa/alkali) yang berfungsi untuk menetralkan kim dari lambung yang bersifat asam (pH rendah).

Di dalam jejunum juga terjadi pencernaan enzimatis yang merupakan kelanjutan kerja pencernaan usus dua belas jari yang belum tuntas. Enzim-enzim pencernaannya dihasilkan oleh dinding jejunum sendiri. Enzim-enzim yang dihasilkan, antara lain disakaridase (maltase, laktase, sukrase), aminopeptidase, dipeptidase, dan enterokinase. Maltase akan memecah maltosa menjadi dua molekul glukosa. Sukrase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Laktase akan memecah laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. Dipeptidase dan aminopeptidase akan memecah dipeptida asam amino. Adapun enterokinase berfungsi untuk mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin.

Di dalam ileum terjadi penyerapan zat-zat makanan. Zat-zat makanan yang diserap adalah yang sudah berupa monomer atau molekul sederhana, misalnya glukosa, fruktosa, galaktosa, asam amino, vitamin, dan beberapa mineral. Semua zat makanan ini diserap oleh kapiler darah. Sementara itu, asam emak dan gliserol diangkut oleh pembuluh limfa.

Pada permukaan dalam usus terdapat banyak sekali lipatan dengan jutaan tonjolan seperti jari sepanjang 0,02 inci, yang disebut jonjot (vili). Pada tiap-tiap sel epitel vili juga terdapat ribuan mikrovili (tunggal: mikrovilus) (lihat Gambar di bawah).

usus halus, Alat Pencernaan Manusia

Adanya Vili dan mikrovili meningkatkan luas permukaan usus sekitar 600 kali sehingga meningkatkan proses absorpsi.

Dinding usus halus memiliki dua lapis Otot polos. Otot tersebut mendorong makanan yang tidak tercerna masuk ke dalam usus besar dengan gerakan peristaltik lambat. Seluruh proses yang terjadi di dalam usus halus memakan waktu lebih kurang enam jam.

E. Usus Besar (Kolon)

Sisa-sisa pencernaan makanan yang tidak terserap oleh usus halus akan diteruskan ke usus besar. Usus besar merupakan bagian terakhir saluran/ alat pencernaan manusia. Panjangnya hanya sekitar 1,5-2 m dengan diameter 5-8 cm. Usus besar terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian yang naik (asenden), mendatar (transenden), dan menurun (desenden). Pada pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu (sekum) dan umbai cacing (apendiks) (Gambar di bawah).

usus besar, Alat Pencernaan Manusia

Peranan usus besar cukup penting, yaitu untuk memproses sisa-sisa makanan agar mudah dikeluarkan. Di dalam usus besar, membusukkan sisa-sisa makanan menjadi feses yang lunak dan mudah dikeluarkan. Beberapa bakteri ini juga diketahui dapat menghasilkan vitamin K dan asam amino tertentu yang dapat diserap oleh dinding usus untuk digunakan oleh tubuh. Selain itu, jika tubuh kekurangan air, akan terjadi reabsorpsi air oleh kolon ini.

F. Rektum dan Anus

Rektum adalah bagian dari usus besar. Di dalam rektum sudah tidak terjadi penyerapan apa pun. Rektum merupakan tempat penampungan sementara sisa-sisa pencernan sebelum dikeluarkan melalui lubang pengeluaran yang disebut anus. Antara rektum dan anus terdapat dua otot sfingter, yang satu bersifat sadar dan yang lainnya bersifat tidak sadar. Sekali atau lebih setiap hari, kontraksi kuat usus besar akan menciptakan dorongan untuk buang hajat (defekasi).

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelaajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *