Aliran Energi dalam Ekosistem

Aliran Energi dalam Ekosistem – Setiap makhluk hidup atau organisme di alam ini selalu melakukan kegiatan-kegiatan. Harimau menangkap mangsa, rumpun padi tumbuh membesar, bunga-bunga mekar dan kemudian menjadi layu, serta bakteri membusukkan bangkai hewan, semua itu adalah contoh-contoh kegiatan yang dilakukan oleh organisme. Setiap kegiatan memerlukan energi (Yunani: en = dalam dan ergon = kerja). Dari manakah organisme memperoleh energi untuk melakukan kegiatan-kegiatannya? Organisme memperoleh energi dari makanan yang dimakannya. Dari manakah asal energi yang terkandung dalam makanan itu?

Semua bentuk kehidupan di muka bumi ini memperoleh energi dari matahari, baik secara langsung maupun tidak langsung. Produsen atau organisme autotrof memperoleh energi secara langsung dari cahaya matahari. Hal itu disebabkan organisme autotrof memiliki komponen, yaitu klorofil, yang berfungsi sebagai penangkap cahaya matahari. Oleh organisme autotrof, cahaya matahari digunakan untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembentukan zat organik dari zat-zat anorganik. Hasil peristiwa fotosintesis itu adalah zat organik (gula) yang mengandung energi kimia. Jadi, dapat dikatakan bahwa energi itu diubah dari energi cahaya matahari menjadi energi kimia (gula) (Gambar di bawah).

hilangnya energi pada aliran energi
Hilangnya energi saat pembentukan zat organik (gula) pada tumbuhan

Apabila produsen dimakan oleh konsumen I atau konsumen primer (herbivor), energi kimia yang tersimpan dalam tubuh produsen tadi akan berpindah ke tubuh konsumen I dan digunakan untuk aktivitas tubuhnya. Sebagian energi akan hilang dalam bentuk panas. Jika tubuh konsumen I dimakan oleh konsumen II atau konsumen sekunder (karnivor), terjadi perpindahan energi dari konsumen I ke konsumen II. Demikian pula jika konsumen II dimakan oleh konsumen III atau konsumen tersier. Sebagian energi itu juga akan digunakan untuk aktivitas tubuhnya dan sebagian lagi juga akan hilang sebagai panas. Begitu pula saat konsumen III mati, tubuhnya akan diuraikan oleh dekomposer. Dekomposer memperoleh energi dari penguraian ini, tetapi sebagian energi akan hilang sebagai panas (Gambar di bawah).

Aliran energi dalam ekosistem
Gambar. Aliran Energi dalam ekosistem. Dibandingkan dengan energi yang diterima secara langsung olah produsen, energi yang diterima oleh konsumen primer, konsumen sekunder, dan dekomposer akan terus berkurang

Dari seluruh energi cahaya yang ditangkapnya, hanya sekitar 0,01 % yang digunakan tumbuhan untuk membentuk zat organik (gula). Namun, hanya sekitar 10% dari energi itu yang benar-benar sampai ke konsumen I (herbivor). Begitu pula energi yang sampai ke konsumen II, hanya sekitar 10% dari yang diterima oleh konsumen I. Demikian seterusnya. Jadi, dalam setiap perpindahan energi (aliran energi dalam ekosistem) melalui proses memakan dan dimakan, selalu terjadi kehilangan energi (sebagai panas). Dalam hal ini, konsumen puncak selalu menerima energi yang paling kecil. Ada tiga faktor yang menyebabkan hilangnya energi dalam suatu proses memakan dan dimakan (aliran energi dalam ekosistem), yaitu

  1. populasi konsumen tidak dapat memanfaatkan seluruh sumber makanan yang ada,
  2. ketidaksempurnaan dalam melakukan pencernaan makanan, dan
  3. gerakan serta respirasi menyebabkan energi hilang dalam bentuk panas.

Demikian tulisan mengenai Aliran Energi dalam Ekosistem. Semoga bermanfaat. terima kasih.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *