Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)

Anggota Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup) memiliki ukuran yang beragam, dari yang kecil (tumbuhan air tanpa akar) hingga pohon hutan hujan serta liana yang tumbuh sampai 150 m (contohnya, rotan). Angiospermae terkecil adalah rumput bebek kerdil yang disebut Wolffia yang lebarnya sekitar 1 mm (Gambar di bawah), sedangkan jenis yang tertinggi adalah pohon ekaliptus (kayu putih) yang tumbuh setinggi 100 m. Beberapa jenis Angiospermae ada yang dapat hidup di laut, contohnya sejenis rumput laut yang dinamakan lamun (Zostera marina).

Wolffia sp contoh Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Ciri khas Angiospermae adalah memiliki bunga sehingga Angiospermae disebut juga tumbuhan berbunga (Anthophyta). Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif (seksual) dan alat pemencaran tumbuhan. Bunga berisi organ reproduksi tumbuhan yang membentuk buah dan biji. Umumnya suatu bunga tersusun atas empat bagian utama, yaitu kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik (lihat Gambar di bawah).

bagian-bagian bunga dari Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Kelopak bunga biasanya berwarna hijau seperti daun. Mahkota bunga biasanya berwarna indah dan mencolok. Hal tersebut diperlukan untuk menarik serangga atau burung kecil yang membantu penyerbukan. Benang sari (stamen) merupakan organ reproduksi jantan yang akan menghasilkan serbuk sari (polen). Benang sari tersusun atas tangkai sari (filamen) dan kepala sari (anthera). Tiap kepala sari terdiri atas empat kantong serbuk sari, yaitu tempat pembentukan butir-butir serbuk sari melalui pembelahan sel. Jika matang, kepala sari akan pecah dan melepaskan serbuk sarinya.

Sementara itu, putik (pistilum) adalah organ reproduksi betina. Setiap putik terdiri atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan bakal buah buah (ovarium). Di dalam bakal buah terdapat satu bakal biji (ovulum). Kepala putik memiliki permukaan yang lengket untuk tempat melekatnya serbuk sari selama penyerbukan.

Penyerbukan atau polinasi adalah peristiwa jatuhnya/menempelnya serbuk sari di kepala putik. Jika serbuk sari berasal dan benang sari hunga yang sama dengan putik, disebut penyerbukan sendiri. Jika serbuk sari suatu bunga jatuh di atas kepala putik bunga lain pada tumbuhan yang sama, disebut penyerbukan tetangga. Penyerbukan tetangga termasuk penyerbukan sendiri. Sementara itu, jika serbuk sari suatu bunga jatuh di atas kepala putik bunga tumbuhan lain yang sejenis, disebut penyerbukan silang. Penyerbukan umumnya terjadi dengan bantuan serangga atau angin, walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi dengan bantuan, misalnya, burung atau air.

Setelah terjadi penyerbukan, biasanya segera diikuti dengan pembuahan (Gambar di bawah). Kendati demikian, kadang-kadang penyerbukan tidak diikuti dengan pembuahan. Hal itu disebabkan, antara lain serbuk sari ataupun sel telur belum masak atau sel telur sudah mati lebih dahulu sebelum serbuk sari masak. Agar terjadi pembuahan, inti sperma butir serbuk sari harus mencapai inti sel telur di dalam bakal biji dan melakukan fusi.

daur hidup Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik, serbuk sari membentuk buluh serbuk sari yang menembus jaringan putik ke arah bakal buah. Dua inti yang terdapat di dalam serbuk sari, yaitu inti buluh/inti tabung dan Inti generatif, segera bergerak mengikuti ujung buluh serbuk sari. Inti buluh merupakan inti vegetatif yang berfungsi mengatur pertumbuhan buluh serbuk sari. Pertumbuhan buluh serbuk sari dirangsang oleh nutrisi, misalnya glukosa, yang disuplai oleh jaringan kepala putik dan tangkai putik. Sementara itu, inti generatif akan membelah menjadi dua inti yang disebut inti sperma.

Buluh serbuk sari akan terus tumbuh dalam tangkai putik dan masuk ke dalam bakal biji melalui lubang kecil yang disebut mikropil. Di dalam bakal biji, satu inti sperma membuahi inti sel telur sehingga terbentuk zigot. Zigot akan mengalami pembelahan mitosis dan berkembang menjadi embrio. Inti sperma yang lain membuahi dua inti kutub pada bakal biji. Selanjutnya, dengan cara pembelahan mitosis akan terbentuk endosperma (triploid/3n) yang merupakan cadangan makanan untuk embrio tumbuhan di dalam biji. Pembuahan pada tumbuhan berbunga disebut pembuahan ganda karena gamet jantan memiliki dua inti sperma sehingga terjadi dua pembuahan. Pembuahan ganda merupakan ciri khas tumbuhan berbunga. Setelah pembuahan, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah berkembang menjadi buah.

Berdasarkan jumlah keping biji (kotiledon)-nya Angiospermae dibagi menjadi dua kelas, yaitu Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae. Dicotyledoneae disebut juga dikotiledon atau dikotil, sedangkan Monocotyledoneae disebut juga monokotiledon atau monokotil.

1) Kelas Dicotyledoneae / Dikotil (Magnoliopsida)

Kelas Dicotyledoneae disebut juga Magnoliopsida. Dicotyledoneae merupakan tumbuhan berbunga dengan biji mengandung dua daun lembaga atau keping biji (kotiledon). Tumbuhan dikotil umumnya memiliki daun yang lebar dengan urat daun yang rumit dan tumbuh dari pangkal daun. Daun tersebut dapat berupa daun tunggal atau daun majemuk. Daun majemuk adalah daun-daun yang terdiri atas lebih dan satu helai daun pada satu tangkai daun. Daun dikotil bertepi rata atau bergerigi. Sebagian besar tumbuhan dikotil memiliki daun yang panjangnya hampir sama dengan lebarnya atau biasanya 2 atau 3 kali lebih panjang daripada lebarnya. Tulang-tulang daun dikotil membentuk pola jaring-jaring atau menyirip.

Tumbuhan dikotil memiliki kambium pada batang dan akarnya sehingga mengalami pertumbuhan sekunder (pertambahan diameter). Ikatan pemhuluh dalam batang dikotil tersusun dalarn pola radial seperti jari-jari roda. Tumbuhan dikotil umumnya tumbuh dengan lambat. Sebagian besar tumbuhan dikotil memiliki batang bercabang. Akarnya tersusun atas sistem akar tunggang dengan akar-akar lateral. Bunga tumbuhan dikotil biasanya terdiri atas bagian-bagian yang berjumlah 4, 5, atau kelipatan jumlah-jumlah tersebut. Lihat Gambar di bawah ini.

perbedaan monokotil dengan dikoti dalam pembahasan Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Umumnya penyerbukan bunga-bunga dikotil dibantu oleh serangga. Ada sekitar 175.000 jenis tumbuhan dikotil atau lebih dari tiga perempat jumlah tumbuhan berbunga, contohnya mawar, bunga sepatu, jeruk, semangka, dan tomat.

2. Kelas Monocotyledoneae / Monokotil (Liliopsida)

Nama lain kelas Monocotyledoneae adalah Liliopsida. Tumbuhan dalam kelas Monocotyledoneae hanya memiliki satu keping biji atau daun lembaga. Daun tumbuhan monokotil umumnya panjang dan sempit dengan urat daun sejajar. Daun-daun tersebut bertepi rata, bentuknya sederhana, dan biasanya tumbuh dari dasar daun. Oleh karena itu, jika tumbuhan monokotil dipangkas, daunnya akan terus tumbuh. Sebagian besar daun-daun tumbuhan monokotil jauh lebih panjang daripada Iebarnya dan tulang-tulang daunnya biasanya sejajar dengan panjang daun.

Batang-batang tumbuhan monokotil umumnya tidak berkambium (demikian pula akarnya) sehingga pertambahan diameter batangnya hanya sedikit (kecuali golongan palem). Dalam batang monokotil ikatan pembuluh tidak tersusun dalam lingkaran, tetapi tersebar secara acak. Sistem akarnya berupa akar serabut. Bunganya tersusun atas bagian-bagian bunga yang berjumlah 3 atau kelipatan 3. Sebagian besar penyerbukannya dibantu oleh angin. Umumnya tumbuhan monokotil adalah tumbuhan herbaseus, kecuali golongan palem dan bambu. Tumbuhan monokotil terdiri atas sekitar 50.000 jenis atau sekitar seperempat jumlah tumbuhan berbunga. Tumbuhan monokotil meliputi rumput rumputan, bambu, palem, tulip, anggrek, dan bakung. Perbandingan struktur tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dilihat pada Gambar di di atas (pada pembahasan dikotil)  .

Tumbuhan Angiospermae memiliki banyak sekali manfaat atau kegunaan bagi kehidupan manusia, di antaranya adalah sebagai bahan pangan, sandang, bangunan, obat-obatan, penghasil oksigen, dan sumber keindahan. Hampir semua bahan pangan manusia berasal dan tumbuhan Angiospermae.

Famili Poaceae arau keluarga rumput-rumputan, antara lain padi, jagung, gandum, oat, dan sorgum, menempati urutan pertama sebagai penyedia bahan pangan, terutama makanan pokok manusia. Di tempat kedua adalah famili Fabaceae atau keluarga kacang-kacangan, misalnya kacang tanah dan kedelai. Yang juga tidak kalah penting adalah famili Solanaceae atau keluarga kentang-kentangan (kentang, tomat, dan terung), famili Cucurbitaceae atau keluarga mentimun (meliputi labu kuning, semangka, dan melon), famili Brassicaceae atau keluarga sawi-sawian (meliputi sawi, kubis, dan kembang kol), serta famili Apiaceae atau keluarga wortel.

Untuk membuat sandang, manusia menggunakan serat atau rambut biji tanaman kapas (Gossypium sp.). Untuk mendirikan bangunan, manusia menggunakan, antara lain jati (Tectona grandis), bambu (Bambusa sp.), dan kayu besi (Eusiderozylon zwageri). Kunyit (Curcuma longa), jahe (Zingiber officinale), kencur (Kaempferia galanga), dan kina (Chinchona succirubra) adalah beberapa contoh Angiospermae yang digunakan sebagai bahan obat obatan. Sementara itu, famili Orchidaceae atau keluarga anggrek-anggrekan banyak digunakan sebagai sumber keindahan. Selain itu, ada juga tumbuhan serbaguna, yaitu kelapa (Cocos nucifera).

Sumber:
Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelaajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *