Bakteri (Eubacteria) : Bentuk Bakteri & Reproduksi Bakteri

Jika kita membicarakan bakteri (Eubacteria), kita tidak dapat melupakan jasa Antonie van Leeuwenhoek (1632—1723) (Gambar di bawah), seorang mahasiswa sejarah alam berkebangsaan Belanda yang mempunyai hobi mengasah lensa. Karena hobinya itu, ia telah membuat lebih dari 250 buah mikroskop. 

Antonie van Leeuwenhoek penemu mikroskop pada pembahasan bakteri

Catatan: Pada tulisan berikut akan digunakan kata “bakteri” dan “Eubacteria”. Jangan bingung antara keduanya, karena sama, itu-itu juga.

Dengan mikroskop buatannya, yang memiliki perbesaran antara 200—300 kali, Leeuwenhoek dapat melihat makhluk-makhluk kecil yang ia beri nama animalkulus, sekarang dikenal sebagai bakteri. Pada tanggal 17 September 1683, Leeuwenhoek membuat gambar-gambar bakteri yang ia temukan, ada yang berbentuk seperti bola, bentuk batang, dan spiral.

Istilah bakteri berasal dari bahasa Yunani, yaitu bacterion yang artinya batang kecil. Sel-sel eubacteria berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Pada umumnya panjang sel eubacteria berkisar antara 2-10 mikrometer (μm) (1 mikrometer sama dengan 1/1.000 milimeter) dengan diameter sekitar 0,5-1 μm. Beberapa jenis eubacteria memiliki panjang lebih dari 100 µm dengan diameter 0,1-0,2 µm.

Eubacteria merupakan mikroorganisme yang penyebarannya di alam paling luas. Di mana-mana dapat kita temukan Eubacteria, di dalam tanah, di udara, di air tawar, di dasar laut yang paling dalam, bahkan di tempat-tempat yang organisme ain tak dapat hidup, misalnya di kawah gunung berapi, di sumber air panas, dan di kawah belerang. Lingkungan di sekitar kita, di kulit, rambut, mulut, dan di dalam usus kita, terdapat banyak sekali Eubacteria.

1. Bentuk Bakteri

Dari dulu sampai sekarang, dikenal ada tiga macam bentuk bakteri, yaitu bulat (kokus atau coccus), batang (basil atau bacillus), dan lengkung (koma/ vibrio dan spiral/ spirillum) (Gambar di bawah). Sel-sel Eubacteria yang berbentuk bulat ataupun batang sering kali membentuk kumpulan atau koloni sel.

gambar bentuk bakteri

Eubacteria berbentuk bulat umumnya berdiameter 1 µm atau kurang dari itu. Eubacteria berbentuk batang memiliki panjang sekitar 2—5 µm, bahkan ada yang mencapai panjang 10 µm. Adapun diameter Eubacteria bentuk batang adalah sekitar 0,5-1 µm. Sementara itu, Eubacteria berbentuk lengkung memiliki panjang sekitar 2—5 µm.

Bentuk bakteri adakalanya mengalami penyimpangan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya, jenis Eubacteria tertentu akan berbentuk batang pada suhu kamar (25—27oC), tetapi apabila dieramkan pada suhu 37oC, sel-sel tersebut akan menjadi lebih besar dan berbentuk seperti mata pena atau gada. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa ada Eubacteria tertentu yang memiliki bentuk tidak teratur (pleomorfik), contohnya Corynebacterium diphtheriae.

2. Reproduksi Bakteri

Salah satu ciri makhluk hidup adalah mampu berkembang biak atau bereproduksi. Cara reproduksi bakteri yang dikenal ada dua macam, yaitu secara aseksual dan seksual. Cara aseksual terjadi dengan pembelahan biner, sedangkan cara seksual dengan konjugasi, transformasi dan transduksi.

a. Pembelahan Biner

Pada pembelahan biner sel Eubacteria membelah menjadi dua sel anak. Yang umum terjadi adalah pembelahan biner melintang. Pembelahan ini berlangsung sangat cepat. Beberapa eubacteria hanya memerlukan waktu kurang dari 20 menit untuk membelah menjadi 2 (Gambar di bawah).

tahapan pembelahan biner bakteri

b. Konjugasi

Konjugasi adalah pemindahan bahan genetik atau DNA dari sel Eubacteria pemberi (donor) ke sel Eubacteria penerima (resipien) melalui pilus kelamin (sexpilus) (Gambar di bawah). Bahan genetik yang dipindahkan dari Eubacteria donor akan bergabung dengan bahan genetik Eubacteria resipien sehingga terjadİ perubahan sifat. Jika Eubacteria resipien membelah, akan dihasilkan sel anak Eubacteria dengan sifat yang baru.

gambar reproduksi bakteri secara konjugasi

c. Transformasi

Transformasi adalah pemindahan potongan bahan genetik atau DNA dari luar ke dalam sel Eubacteria penerima (resipien) (Gambar di bawah). Dalam proses ini, tidak terjadi kontak langsung antara Eubacteria donor DNA dan Eubacteria resipien.

Gambar reproduksi bakteri secara transformasi

d. Transduksi

Transduksi adalah pemindahan DNA dari satu sel Eubacteria donor ke sel Eubacteria resipien dengan perantaraan virus (Gambar di bawah). Dalam proses ini, protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA Eubacteria donor menuju sel Eubacteria resipien. (Bakteriofag atau hanya disebut fag saja adalah virus yang menyerang bakteri, silahkan baca juga: reproduksi virus]

Gambar reproduksi bakteri secara transduksi

3. Struktur Bakteri 

Struktur bakteri terdiri dari beberapa bagian, yaitu DNA kromosom,plasmid, sitoplasma, ribosom, mesosom, endospora, membran sitoplasma, kapsul, pili, dan flagelum. Karena cukup panjang, pembahasannya dipisah. Silahkan kunjungi struktur bakteri.

4. Klasifikasi Bakteri

Banyak sekali jenis eubacteria yang ada di dunia ini, sehingga perlu adanya klasifikasi. Pembahasan selengkapnya ada di klasifikasi bakteri.

5. Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia

Tidak semua eubacteria itu berbahaya, ada juga eubacteria yang menguntungkan. Supaya tidak terlalu panjang pembahasannya dipisah, silakan kunjungi Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *