Daur Karbon atau Siklus Karbon

Daur Karbon – Karbon merupakan senyawa yang sangat penting bagi organisme. Semua senyawa organik yang menyusun tubuh makhluk hidup pasti mengandung karbon. Karbon bergabung dengan hidrogen dan oksigen dalam molekul-molekul karbohidrat, lemak, dan protein. Di alam, karbon paling banyak terdapat di udara dalam bentuk senyawa karbon dioksida (CO2), yaitu sekitar 0,035% dari volume udara.

Skema Daur Karbon atau Siklus Karbon

Daur karbon dimulai dengan fiksasi senyawa karbon dioksida dari udara oleh tumbuhan hijau atau organisme autotrof lainnya. Melalui proses fotosintesis, senyawa karbon dioksida itu akan diubah menjadi molekul-molekul karbohidrat (gula dan amilum). Senyawa karbohidrat juga dapat diubah menjadi berbagai senyawa organik lainnya, termasuk lemak dan protein yang diperlukan untuk menyusun tubuh tumbuhan. Lemak dan protein merupakan substansi padat dan cair yang tetap tinggal di dalam tubuh tumbuhan. Selain mengambil karbon dioksida dari udara untuk fotosintesis, tumbuhan juga melepaskan gas karbon dioksida ke udara melalui stomata dalam proses respirasi tumbuhan.

Tumbuhan merupakan sumber energi dan sumber karbon bagi organisme herbivor atau organisme heterotrof lainnya karena organisme heterotrof (hewan dan manusia) tidak dapat menggunakan karbon anorganik. Di dalam tubuh organisme heterotrof terjadi oksidasi atau pembakaran bahan-bahan organik (karbohidrat, lemak, dan protein) melalui proses respirasi untuk menghasilkan energi. Pada pembakaran atau oksidasi ini, dibebaskan senyawa karbon dioksida ke udara. Jika tumbuhan atau hewan mati, tubuhnya yang merupakan senyawa organik akan mengalami dekomposisi atau penguraian oleh dekomposer. Pada proses penguraian ini juga dilepaskan senyawa karbon dioksida ke atmosfer.

Senyawa karbon dioksida yang ada di udara kembali akan difiksasi Oleh organisme autotrof sehingga berulang kembali daur karbon tersebut. Senyawa karbon dioksida di udara juga dapat bertambah melalui pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batu bara, dan bahan-bahan lainnya, seperti kertas dan kayu. Akibat pembakaran tersebut, kadar karbon dioksida di udara meningkat dari 280 menjadi 350 ppm (part per million) dalam waktu seratus tahun terakhir. Pelepasan karbon dioksida dari pembakaran juga memiliki kontribusi dalam meningkatkan suhu permukaan bumi (efek rumah kaca). Skema daur karbon di alam dapat Anda lihat pada Gambar di bawah ini.

Skema daur karbon

Dalam suatu komunitas yang stabil, jumlah atau kadar karbon dioksida yang didaur ulang selalu konstan atau tetap. Jumlah karbon dioksida yang diambil oleh tumbuhan sama dengan jumlah karbon dioksida yang dilepaskan melalui proses respirasi.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *