Echinodermata : Ciri, Struktur tubuh, Klasifikasi, dan Peranannya

Nama filum Echinodermata berasal dari kata echinos yang berarti berduri dan derma yang berarti kulit sehingga Echinodermata disebut juga hewan berkulit duri. Berikut dijelaskan mengenai ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi, dan peran Echinodermata dalam kehidupan.

a. Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Echinodermata 

Sesuai dengan namanya, Echinodermata, kelompok hewan ini memiliki eksoskeleton dari zat kapur dengan tonjolan berupa duri-duri yang keras. Eksoskeleton tersebut tersusun atas lempengan-lempengan kapur yang disebut osikel. Echinodermata dewasa bersimetri radial, tetapi larvanya bersimetri bilateral. Tubuhnya sudah memiliki rongga tubuh (selom) yang berisi cairan seperti limfa untuk membasahi organ-organ dalam.

Ciri khas filum Echinodermata adalah adanya sistem saluran air semacam pompa hidrolik yang disebut sistem ambulakral. Sistem ini digunakan untuk menggerakkan suatu saluran air yang dinamakan kaki tabung (papulae). Kaki yang dapat memanjang ataupun memendek itu berfungsi untuk berpindah tempat, berpegangan pada batu-batu, dan untuk menangkap mangsa. Di ujung setiap kaki tabung terdapat suatu kuncup pengisap (lihat Gambar di bawah ini). Sistem ambulakral itu juga berperan dalam sistem peredaran.

Struktur tubuh Echinodermata

Pada filum ini sudah terdapat sistem pencernaan yang lengkap, walaupun ada beberapa jenis yang tidak memiliki anus. Mulut terletak di permukaan bawah tubuhnya (oral), sedangkan anus terletak di permukaan atas (aboral). Di sekitar mulut Echinodermata terdapat suatu cincin saraf yang bercabang-cabang ke setiap lengannya menuju organ-organ dalam kulit dan kaki tabung. Organ indra tidak berkembang baik, tetapi kaki tabung diduga juga berfungsi sebagai organ peraba.

Echinodermata bernapas dengan menggunakan insang kulit (dermal branchiae) yang sesungguhnya merupakan tonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis sehingga memungkinkan terjadinya difusi gas. Reproduksi terjadi secara seksual dengan pembuahan bersifat eksternal. Hasil pembuahan berupa larva bipinaria yang bersimetri bilateral dan dapat berenang bebas. Larva mengalami metamorfosis menjadi bentuk dewasa yang bersimetri radial.

[Silahkan kunjungi pula Arthropoda]

b. Klasifikasi Echinodermata 

Echinodermata merupakan kelompok organisme yang hidup di dasar laut. Anggota Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Crinoidea, Echinoidea, dan Holothuroidea. Pengelompokan itu berdasarkan bentuk tubuh, bergerak bebas atau melekat, skeleton, dan sistem ambulakralnya.

1) Kelas Asteroidea

Hewan-hewan anggota kelas ini memiliki bentuk dewasa yang khas, yaitu berlengan lima seperti bintang sehingga disebut juga bintang laut. Organ-organ dalamnya bercabang ke seluruh lengan. Pada kulitnya yang berduri itu terdapat suatu struktur modifikasi duri berbentuk seperti gunting atau catut yang dinamakan pediselaria. Pediselaria itu berfungsi melindungi insang kulit dan membersihkan permukaannya dari unsur-unsur luar. Asteroidea memiliki alat kelamin yang terpisah dan mengalami metamorfosis dalam daur hidupnya (Gambar di bawah ini).

daur hidup Echinodermata (bintang laut)

Beberapa jenis bintang laut memiliki kemampuan autotomi, yaitu mampu menumbuhkan kembali lengannya yang terputus akibat serangan hewan lain. Bahkan, bagian tubuh bintang laut yang terputus dapat tumbuh menjadi bintang laut baru jika bagian yang terputus itu membawa sekurang-kurangnya sebagian kecil cakram pusat.

Contoh anggota Asteroidea antara lain Culcita sp., bintang laut biru (Linckia laevigata), Asterias, dan bintang laut matahari (Solaster).

contoh Echinodermata (Culcita sp & Linckia laevigata)

2) Kelas Ophiuroidea

Anggota kelas ini juga memiliki bentuk seperti bintang, tetapi lengannya panjang dan sangat ramping sehingga jika bergerak menyerupai ular. Oleh karena itulah, kelas ini dinamakan juga bintang ular atau bintang mengular. Lengan-lengan tersebut sangat lentur dan mudah putus. Namun, seperti halnya bintang laut, jika putus, lengan-lengan itu dapat tumbuh kembali. Jika pada lengan yang putus itu ada potongan cakram pusatnya, lengan itu akan tumbuh menjadi bintang ular utuh. Bintang ular menggunakan lengan-lengannya untuk berenang dan bergerak secara menyentak. Alat-alat dalam tidak bercabang menuju kelima lengannya. Tubuhnya tidak memiliki anus sehingga sisa-sisa makanan dikeluarkan kembali melalui mulut. Contoh anggota kelas Ophiuroidea adalah Ophiopholis aculeafa dan Ophiura ophiura (Gambar di bawah).

contoh Echinodermata (Ophiopholis aculeafa dan Ophiura ophiura)

3) Kelas Crinoidea

Crinoidea meliputi hewan-hewan laut yang bentuknya menyerupai bunga lili dengan warna yang memikat sehingga sering disebut lilia laut. Kelas ini merupakan kelas yang paling primitif dibandingkan kelas-kelas lainnya dalam filum Echinodermata. Tubuhnya berbentuk piala yang disebut kelopak (calyx), dengan atau tanpa tangkai. Pada kelopak itu terdapat lima (kelipatan lima) lengan atau cabang yang fleksibel. Setiap cabang itu bercabang-cabang lagi sehingga tampak seperti bulu burung. Serupa dengan bintang laut dan bintang ular, jika salah satu lengan lilia laut putus, akan tumbuh lengan baru.

Lilia laut yang bertangkai hidup melekat di dasar laut (sampai kedalaman 4.000 m) dengan alat lekat berzat tanduk yang disebut siri (tunggal: sirus). Siri terdapat di ujung tangkai. Pangkal tangkai berhubungan dengan bagian bawah kelopak. Alat mulut Crinoidea terletak di permukaan atas kelopak atau mengarah ke atas. Sementara itu, Crinoidea yang tidak bertangkai dapat bergerak bebas dan berpindah tempat. Di antara kelima kelas anggota filum Echinodermata, kelas Crinoidea memiliki jumlah spesies paling sedikit, yaitu sekitar 600 spesies. Beberapa contoh Crinoidea, antara lain Antedon sp. (Gambar di bawah), Bathycrinus sp., dan Holopus sp.

contoh Echinodermata (Antedon sp. dan Bathycrinus sp.)

4) Kelas Echinoidea

Anggota Echinoidea juga dikenal dengan nama bulu babi atau landak laut. Bulu babi tidak mirip bintang laut karena tidak memiliki lengan. Umumnya tubuh bulu babi berbentuk bulat mirip bantal jarum. Permukaan tubuhnya diliputi duri yang sangat banyak, keras, dan dapat bergerak. Kendati tidak berlengan, susunan duri-durinya menunjukkan bahwa tubuh Echinoidea bersimetri radial seperti anggota Echinodermata lainnya. Di antara duri-durinya yang panjang terdapat lima deret kaki tabung yang pendek. Rangka tubuhnya membentuk suatu cangkang keras dan osikel pipih yang tidak bergerak. Mulut Echinoidea terletak di bawah dan memiliki gigi-gigi yang tajam. Hewan ini hidup di perairan dangkal dekat pantai berkarang, tempat hidup hewan laut kecil dan ganggang laut yang menjadi makanannya. Diadema setosum, Colobocentrotus atratus, Echinothrix calamaris, dan Echinus sp. merupakan beberapa contoh anggota kelas Echinoidea.

contoh Echinodermata (Diadema setosum, Colobocentrotus atratus, Echinothrix calamaris, dan Echinus sp.)

5) Kelas Holothuroidea

Holothuroidea memiliki bentuk tubuh memanjang seperti mentimun sehingga sebutan lainnya adalah mentimun laut atau teripang. Tubuh yang memanjang itu tidak memiliki lengan dan pediselaria. Pada salah satu ujung tubuhnya terdapat mulut yang dikelilingi sekitar 10—30 tentakel untuk menangkap mangsanya. Pada ujung tubuh yang lain terdapat anus. Kulitnya keras dan berotot. Permukaan tubuhnya dilengkapi dengan kaki-kaki tabung yang terdapat dalam lima pasang deretan menurut arah panjang tubuhnya. Mentimun laut bergerak di dasar laut atau pantai dengan cara kontraksi otot atau dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya.

Jika terganggu oleh musuh atau predator, mentimun laut mengeluarkan atau memuntahkan organ-organ dalamnya sebagai cara untuk mempertahankan diri. Predator akan memakan muntahan itu dan melupakan mentimun laut itu sendiri. Organ-organ yang hilang itu dapat tumbuh kembali secara lengkap sehingga mentimun laut dikatakan memiliki daya regenerasi yang tinggi. Umumnya mentimun laut memiliki alat kelamin terpisah. Bentuk larvanya disebut aurikularia. Contoh mentimun laut atau teripang, antara lain teripang hitam (Holothuria atra), Holothuria scabra, Synapta sp., dan Thyone sp.

contoh Echinodermata (Holothuria atra dan Synapta sp)

c. Peran Echinodermata bagi Kehidupan

Beberapa anggota Echinodermata umumnya menguntungkan manusia, contohnya telur landak laut yang dijadikan makanan oleh orang-orang di negara-negara Laut Tengah. Mentimun laut atau teripang juga digunakan sebagai bahan makanan, misalnya dijadikan kerupuk atau dimasukkan dalam sup. Selain itu, karena makanannya berupa bahan-bahan organik dari sisa-sisa makhluk hidup ataupun kotoran hewan laut lainnya, teripang berperan sebagai pembersih pantai dari kotoran. Beberapa jenis Echinodermata juga dapat merugikan manusia, contohnya bintang laut, karena memakan tiram mutiara yang dibudidayakan.

Demikian tulisan mengenai Echinodermata. Semoga bermanfaat.

[Silahkan kunjungi pula Mollusca]

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *