Arthropoda : Ciri-ciri, Struktur Tubuh, Klasifikasi, dan Peranannya

Berikut dibahas mengenai filum Arthropoda, yang meliputi ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi, dan peran Arthropoda dalam kehidupan.

a. Ciri-Ciri dan Struktur Tubuh Arthropoda  

Hewan-hewan yang termasuk dalam filum Arthropoda memiliki ciri utama kaki yang beruas-ruas atau berbuku-buku (arthros = ruas/ buku; podos = kaki). Tubuh Arthropoda bersimetri bilateral dan umumnya dapat dibedakan menjadi kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Tubuh Arthropoda dilindungi oleh rangka luar (eksoskeleton) keras yang terbuat dari bahan kitin yang kuat. Rangka luar selain berfungsi memberi bentuk tubuh, juga berfungsi melindungi organ-organ dalam tubuhnya. Selama masa pertumbuhan, umumnya Arthropoda mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dan pergantian rangka luar (ekdisis). Rongga selom pada tubuh Arthropoda telah mereduksi dan digantikan oleh rongga hemosol yang mengelilingi organ-organ tubuh.

Dalam beberapa hal, Arthropoda memiliki kesamaan dengan Annelida [silahkan baca juga: Annellida], antara lain adanya segmentasi tubuh, sistem saraf tangga tali, dan perkembangan embrionya. Namun, beberapa dari Annelida, segmentasi tubuh pada Arthropoda hanya merupakan segmentasi luar (heteronom), sedangkan pada Annelida segmentasi tersebut meliputi seluruh alat-alat tbuh (homonom).

Arthropoda memiliki habitat di laut, air tawar, dan di darat; hidup bebas atau sebagai parasit. Mereka bernapas dengan bermacam-macam alat respirasi sesuai dengan jenisnya, contohnya dengan trakea (pada Insecta/ serangga), dengan insang (pada Crustacea), dengan paru-paru buku (pada Arachnida), dan dengan seluruh permukaan tubuh (pada beberapa Crustacea tingkat rendah). Di dalam tubuhnya terdapat sistem pencernaan makanan yang lengkap. Hasil pernapasan (oksigen dan karbon dioksida) serta hasil pencernaan diedarkan oleh sistem peredaran darah terbuka. Alat ekskresinya berupa pembuluh Malpighi atau kelenjar hijau. Adapun sistem sarafnya adalah sistem saraftangga tali. Reproduksi Arthropoda terjadi secara seksual, yaitu dengan pembuahan ovum oleh sperma. Namun, beberapa jenis serangga, seperti rayap, lebah, dan kutu daun dapat bereproduksi secara partenogenesis, yaitu ovum yang tidak dibuahi oleh sperma dapat tumbuh menjadi individu baru yang mandul (steril).

b. Klasifikasi Arthropoda 

Arthropoda merupakan filum dengan jumlah jenis terbanyak yang meliputi lebih kurang 750.000 jenis dari sekitar 1.000.000 jenis hewan yang telah diketahui. Berdasarkan bagian-bagian tubuh serta jumlah kakinya, Arthropoda dibagi menjadi empat kelas, yaitu Arachnida (laba-laba), Crustacea (udang-udangan), Insecta (serangga), dan Myriapoda (kaki seribu).

1) Kelas Arachnida (Laba-Laba)

Sebutan Arachnida berasal dari bahasa Latin, arachne yang berarti laba-laba. Selain laba-laba, yang termasuk dalam kelas ini adalah kalajengking dan caplak. Ciri umum kelas ini adalah tubuh terbagi atas bagian kepala—dada (sefalotoraks) yang menjadi satu, dan perut (abdomen) yang lunak serta tidak bersegmen. Pada bagian sefalotoraks tidak terdapat antena, tetapi memiliki beberapa pasang mata tunggal. Pada Sisi ventral sefalotoraks terdapat empat pasang kaki yang dilengkapi dua buah cakar yang bergerigi, sedangkan di ujung depan sefalotoraks terdapat dua pasang alat mulut. Sepasang alat mulut pertama disebut kelisera, berupa alat berbentuk catut yang dilengkapi dengan kelenjar racun untuk melumpuhkan mangsanya. Sepasang alat mulut kedua adalah pedipalpus, berbentuk seperti kaki (pada laba-laba) atau seperti gunting (pada kalajengking) yang berfungsi sebagai alat untuk memegang mangsanya. Pada hewan jantan, pedipalpus digunakan sebagai alat kopulasi.

Struktur tubuh laba-laba, Arthropoda

Sebagian besar Arachnida hidup di darat dan umumnya bernapas dengan dua buah paru-paru buku, yaitu sebuah kantong abdomen yang berisi 15—20 lembaran seperti halaman-halaman buku. Pada Arachnida tertentu, yaitu laba-laba, di ujung abdomen terdapat dua buah spineret, yaitu organ pembuat sarang dan pembentuk kokon untuk melindungi telur yang sudah dibuahi. Kalajengking (Scorpiones sp.), laba-laba rumah (Parasteatoda tepidariorum), tarantula (Lycosa tarentula), caplak (Sarcoptes scabei), dan tungau (Dermatophogoides) adalah beberapa contoh spesies anggota kelas Arachnida.

contoh arachnida (Arthropoda) : Kalajengking (Scorpiones sp.), laba-laba rumah (Parasteatoda tepidariorum), tarantula (Lycosa tarentula), caplak (Sarcoptes scabei)

2) Kelas Crustacea

Kelas Crustacea memiliki anggota hewan-hewan berkulit atau bercangkang keras (Latin: crusta cangkang/kulit keras), contohnya udang, lobster, kepiting, teritip, dan kutu air. Ciri khusus Crustacea adalah tubuhnya terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu sefalotoraks (bagian anterior yang kaku) dan abdomen (bagian posterior yang tersusun atas sederetan segmen atau ruas). Bagian luar tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton yang terbuat dari bahan kitin. Pada sebagian besar Crustacea, kitin tersebut mengandung kapur atau kalsium karbonat (CaCO3 ). Eksoskeleton lebih tipis dan lentur pada bagian persendian. Hal itu berguna untuk memudahkan pergerakan.

Pada setiap ruas tubuh Crustacea terdapat sepasang kaki dengan jumlah yang berbeda untuk setiap jenisnya. Pada udang, di bagian sefalotoraks terdapat lima pasang kaki. Sepasang kaki yang pertama membesar berbentuk seperti catut atau capit, disebut keliped, sedangkan empat pasang kaki berikutnya merupakan kaki jalan yang disebut pereipoda. Di bagian abdomen juga terdapat lima pasang kaki yang berfungsi untuk berenang dan disebut pleopoda (kaki renang). Pada bagian ujung abdomen terdapat telson dan uropoda yang berfungsi sebagai kemudi pada saat udang berenang, terutama saat berenang mundur (Gambar di bawah).

struktur tubuh crustacea (anggota Arthropoda )

Crustacea umumnya memiliki dua pasang antena, panjang dan pendek. Sepasang antena yang pendek disebut antennula, sedangkan yang panjang disebut antena. Bagian dorsal dan lateral sefalotoraks dilindungi oleh karapaks. Di bagian ujung anterior sefalotoraks terdapat tonjolan runcing yang merupakan perluasan karapaks, disebut rostrum. Di bawah rostrum terdapat sepasang mata majemuk bertangkai.

Crustacea memiliki alat keseimbangan yang dinamakan statosit. Alat tersebut berupa kantong berdinding kitin yang terletak pada ruas dasar antennula. Beberapa contoh anggota Crustacea, antara lain Daphnia sp., udang air tawar kecil (Gammarus), udang sungai besar (Astacus), kepiting (Cancer pagurus), dan teritip (Semibalanus) (Gambar di bawah).

Contoh crustacea (anggota Arthropoda): udang air tawar kecil (Gammarus), udang sungai besar (Astacus), kepiting (Cancer pagurus), dan teritip (Semibalanus)

3) Kelas Myriapoda

Hewan-hewan yang termasuk dalam kelas ini memiliki tubuh yang tersusun atas banyak ruas, yaitu antara 10 hingga 200 ruas yang sama besar dan bentuknya. Pada setiap ruas terdapat sepasang kaki (pada ordo Chilopoda) atau dua pasang kaki (pada ordo Diplopoda) sehingga Myriapoda memiliki kaki yang sangat banyak. Hal itu sesuai dengan namanya Myriapoda yang berarti “kaki tak terhitung”. Ruas tubuh pertama adalah kepala yang dilengkapi dengan sepasang antena sebagai indra peraba dan sepasang mata. Di bawah kepalanya terdapat rahang dan alat mulut tambahan. Bagian dada (toraks) tidak ada atau tidak dapat dibedakan dengan bagian perut (abdomen). Oleh karena itu, tubuh Myriapoda dibagi menjadi dua bagian, yaitu kepala dan perut. Lipan rumah atau kelabang (Scutigera dan Scolopendra) serta luing atau kaki seribu (Spirobolus dan lulus) merupakan contoh anggota Myriapoda (Gambar di bawah).

Contoh Myriapoda (anggota Arthropoda)

4) Kelas Insecta

Insecta atau serangga merupakan kelompok hewan yang paling banyak jenis dan variasinya dengan jumlah jenis lebih kurang 900.000. Serangga hidup di semua tempat di muka bumi ini. Ciri-ciri urnum serangga adalah tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Bagian luar tubuhnya dilindungi oleh eksoskeleton yang keras karena selain mengandung kitin, juga mengandung sklerotin, protein, dan kadang-kadang garam kalsium. Eksoskeleton tersebut tahan terhadap air, asam, basa lemah, alkohol, dan enzim-enzim pencernaan Mammalia. Bagian kepala terdiri atas enam ruas/ segmen yang menjadi satu dan dilengkapi dengan sepasang antena, mata tunggal (oselus), mata majemuk (mata faset), dan alat-alat mulut. Mata majemuk tersusun atas lensa-lensa heksagonal yang disebut omatidia (tunggal: omatidium). Alat-alat mulut serangga terdiri atas bibir atas (labrum), rahang atas (maksila), hipofaring sebagai lidah, rahang bawah (mandibula) untuk memotong, dan bibir bawah (labium). Bibir atas dan bibir bawah berfungsi untuk memegang makanan. Labium juga memiliki dua pasang palpus yang merupakan indra perasa, pembau, dan peraba.

Bagian toraks terdiri atas tiga ruas, yaitu protoraks, mesotoraks, dan metatoraks, masing-masing memiliki sepasang kaki. Jadi, serangga merupakan hewan berkaki enam (tiga pasang) sehingga disebut pula heksapoda (hexa enam; podos kaki) (Gambar di bawah). Ketika dewasa, sebagian besar serangga memiliki satu atau dua pasang sayap pada toraksnya. Sayap serangga ditopang oleh jaringan vena mirip pipa.

struktur tubuh belalang (anggota Arthropoda)

Bagian abdomen serangga tersusun atas 9—11 ruas berbentuk cincin. Biasanya, ruas pertama melebar dan bersatu dengan metatoraks. Pada setiap ruas terdapat spirakel, kecuali ruas pertama dan tiga ruas terakhir. Pada beberapa jenis serangga (misalnya, belalang) betina, ruas kesembilan dan kesepuluh membentuk ovipositor, yaitu alat peletak telur yang menyembul dari ujung abdomennya. Semut, tawon, dan lebah menggunakan ovipositor sebagai alat penyengat.

metamorpfosis sempurna dan tidak sempurna (pada pembahasan Arthropoda)

Dalam proses pertumbuhan dari telur hingga dewasa, sebagian besar serangga mengalami serangkaian perubahan bentuk yang drastis, dinamakan metamorfosis. Ada dua macam metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna (holometabola) dan metamorfosis tak sempurna (hemimetabola) (Gambar di atas). Dalam metamorfosis sempurna, serangga mengalami empat tahap perkembangan, yaitu telur, larva, pupa (kepompong), dan imago (dewasa). Larva serangga yang mengalami metamorfosis sempurna, contohnya kupu-kupu, rayap (Reticulitermes flavipes), lalat (Musca domestica), dan nyamuk (Culex, Anopheles serta Aedes) tidak memiliki persamaan bentuk dengan serangga dewasa. Dalam metamorfosis tak sempurna, perkembangan serangga tidak melalui tahap pupa. Jadi, urutan tahap perkembangannya adalah telur, larva, nimfa, dan imago. Nimfa adalah miniatur bentuk imagonya, tetapi belum bersayap. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis tak sempurna adalah jangkrik, belalang (Chorthippus dan Locusta), serta kecoak (Periplaneta).

c. Peran Arthropoda bagi Kehidupan

Beberapa jenis Arthropoda dari kelas Arachnida merupakan parasit dan penyebab penyakit pada manusia dan Mammalia, misalnya caplak menyebabkan penyakit kudis dan tungau debu yang menimbulkan alergi. Kalajengking dan laba-laba si janda hitam (black widow) memiliki sengat yang beracun. Kendati demikian, beberapa jenis Arachnida menguntungkan manusia karena memakan serangga hama.

Berbeda dari kelas Arachnida, sebagian besar anggota kelas Crustacea merupakan organisme yang menguntungkan manusia, yaitu sebagai sumber protein, contohnya udang, lobster, kepiting, dan rajungan. Adapun Crustacea kecil yang hidup sebagai zooplankton merupakan sumber makanan bagi ikan.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berhubungan dengan anggota kelas Insecta (serangga), baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Serangga menguntungkan manusia, antara lain karena menghasilkan madu (lebah madu), membantu penyerbukan tanaman (lebah dan kupu-kupu), menghasilkan bahan sandang (ulat sutera), serta memangsa hama tanaman (capung dan belalang sembah). Sebaliknya, serangga dikatakan merugikan karena merupakan hama tanaman (wereng), vektor penyakit pada manusia (nyamuk dan lalat), dapat merusak bangunan (rayap)’ serta merupakan parasit pada Mammalia (kutu dan pinjal).

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *