Filum Rhizopoda atau Sarcodina: Struktur, Reproduksi & Peranannya

Filum Rhizopoda (rhizoid = akar, podos = kaki) atau Sarcodina  beranggotakan semua organisme yang menggunakan kaki semu atau pseudopodia (tunggal: pseudopodium) sebagai alat geraknya. Kaki semu tersebut sebenarnya merupakan penonjolan protoplasma. Contoh Rhizopoda yang paling terkenal adalah Amoeba.

A. Ciri dan Struktur Rhizopoda

Di manakah kita dapat menemukan Amoeba? Amoeba dapat dengan mudah kita jumpai di tanah-tanah yang becek, di air tawar, atau di laut. Beberapa jenis Amoeba hidup di dalam tubuh organisme lain, misalnya Entamoeba coli hidup di dalam usus hewan ruminansia dan Entamoeba gingivalis hidup di dalam mulut manusia. Ciri yang paling mudah diamati pada Amoeba adalah bentuknya yang tidak tetap atau selalu berubah-ubah. Umumnya Amoeba berukuran sekitar 400-500 μm.

Gambar struktur amoeba (rhizopoda)

Struktur sel Amoeba terdiri atas

  1. membran sel, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat melalui proses osmosis dan difusi;
  2. kaki semu (pseudopodia), berfungsi untuk pergerakan Amoeba dan untuk menangkap mangsanya;
  3. sitoplasma, dibedakan menjadi ektoplasma (jernih dan tipis) serta endoplasma (keruh karena berisi organela);
  4. vakuola makanan, untuk mencerna makanan dan mengedarkannya ke seluruh sel;
  5. vakuola kontraktil, selalu berdenyut untuk mengatur tekanan osmosis sel dan untuk mengatur pembuangan sisa-sisa metabolisme sel (cairan atau gas);
  6. inti sel, berjumlah satu dan berfungsi untuk mengatur seluruh proses yang terjadi di dalam sel.

Makanan Amoeba adalah bakteri atau Protozoa lain, misalnya Paramecium. Mula-mula, Amoeba akan mendekati mangsanya dengan menjulurkan kaki semunya. Lalu, kaki semu tersebut akan membungkus mangsanya. Permukaan membran plasma kaki semu akan bersatu sehingga terbentuk vakuola makanan. Vakuola makanan bergabung dengan lisosom untuk mencerna mangsa/ makanannya (Gambar di bawah). Mangsa tersebut dicerna oleh enzim hidrolisis yang terdapat di dalam lisosom. Selanjutnya, hasil pencernaan diserap oleh sitoplasma dan diedarkan ke seluruh sel. Bahan makanan yang tidak tercerna akan dikeluarkan dari dalam sel dengan cara eksositosis.

fagositosis amoeba (rhizopoda)

B. Reproduksi Rhizopoda

Amoeba berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Perkembangbiakan secara seksual pada Amoeba sampai saat ini belum pernah ditemukan. Pembelahan biner diawali oleh pembelahan inti (kariokinesis) dan diikuti dengan pembelahan sitoplasmanya (sitokinesis). Di akhir pembelahan akan terbentuk dua sel anak (Gambar di bawah). Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali pembelahan sekitar 21 menit.

Gambar pembelahan biner amoeba (rhizopoda)

C. Peranan Rhizopoda

Secara umum, anggota filum Sarcodina atau Rhizopoda berguna bagi manusia, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

  1. Beberapa anggota filum Rhizopoda, yaitu Radiolaria dan Foraminifera (Gambar di bawah), memiliki cangkang yang keras dari bahan silikon (Radiolaria) dan kalsium karbonat (Foraminifera). Cangkang tersebut sangat awet meskipun organismenya telah mati. Setelah menjadi fosil, cangkang tersebut dapat digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi dan dapat digunakan sebagai indikator adanya sumber minyak bumi.
  2. Entamoeba coli dapat hidup di perut ruminansia dan membantu pencernaan makanan hewan tersebut.
  3. Rhizopoda yang hidup bebas sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologi di banyak lingkungan alamiah, khususnya lingkungan perairan.

Gambar radiolaria dan foraminifera merupakan contoh rhizopoda

Di samping berguna/menguntungkan, beberapa anggota filum Rhizopoda juga ada yang merugikan manusia, misalnya Entamoeba histolytica. Entamoeba histolytica menyebabkan penyakit amebiasis atau penyakit disentri amuba.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *