Ganggang Coklat / Alga Coklat / Phaeophyta

Sesuai dengan namanya, Ganggang Coklat atau Alga Coklat atau Phaeophyta, ganggang ini memiliki pigmen cokelat yang disebut fukosantin. Selain fukosantin, Ganggang Coklat juga memiliki klorofil a, klorofil c, dan karotenoid. Semua anggota alga coklat merupakan organisme multiseluler dengan ukuran yang bervariasi, dari beberapa sentimeter hingga mencapai 100 m panjangnya, contohnya kelp raksasa (Macrocystis) (Gambar di bawah). Bentuk talusnya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk filamen, ada yang berbentuk lembaran, dan ada yang bercabang-cabang menyerupai tumbuhan darat. Beberapa jenis anggotanya bahkan telah memiliki bagian-bagian yang menyerupai akar, batang, dan daun pada tumbuhan darat, contohnya Macrocystis, Laminaria, dan Ectocarpus.

Gambar Macrocystis (anggota ganggang coklat)
Gambar. Ganggang coklat Macrocystis memiliki talus seperti tumbuhan darat

Ada sekitar 265 genus dengan lebih kurang 2.000 spesies ganggang coklat yang telah dikenali. Dari semua itu, sekitar 99% hidup di laut dan sekitar 1% hidup di air tawar. Ganggang coklat yang hidup di laut mendominasi zona intertidal, terutama pantai berkarang di daerah bersuhu sedang. Karena hidup di air, ganggang coklat beradaptasi dengan cara membentuk struktur seperti akar, yaitu pelekap, yang berfungsi untuk melekat pada substrat. Dengan adanya pelekap, ganggang coklat dapat bertahan terhadap hempasan gelombang. Selain pelekap, alga coklat juga memiliki talus yang menyerupai daun yang berfungsi untuk memperluas permukaan untuk penyerapan cahaya matahari. Agar dapat mengapung dan berdiri tegak di dalam air, beberapa jenis alga coklat memiliki gelembung udara, misalnya Fucus dan Sargassum (Gambar di bawah).

Gambar Fucus dan Sargassum (anggota ganggang coklat)
Gambar. Dua contoh ganggang yang hidup di karang sehingga disebut juga ganggang karang. Keduanya memiliki gelembung udara.

Ganggang Coklat menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk laminarin atau manitol. Dinding selnya tersusun atas bahan selulosa dan asam alginat. Asam alginat merupakan sumber algin yang banyak digunakan sebagai bahan kosmetik, obat-obatan, dan makanan, misalnya puding dan es krim. Bahkan, orang Jepang memanfaatkan kelp sebagai makanan. Kelp juga dapat digunakan sebagai pupuk.

Reproduksi pada Ganggang Coklat dilakukan secara aseksual dan seksual serta mengalami pergiliran keturunan. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk zoospora, misalnya pada Ectocarpus, sedangkan reproduksi seksual dengan cara membentuk gamet jantan dan gamet betina.

Gambar Daur hidup Laminaria (anggota ganggang coklat)
Gambar. Daur hidup Laminaria

Contoh reproduksi seksual Ganggang Coklat dapat kita lihat pada reproduksi Laminaria. Mula-mula sel di permukaan talus Laminaria (sporofit) berkembang menjadi sporangium yang menghasilkan zoospora haploid (n) melalui pembelahan meiosis. Kemudian, sebagian zoospora berkembang menjadi gametofit jantan dan sebagian lagi menjadi gametofit betina. Gametofit jantan akan menghasilkan sperma haploid dan gametofit betina akan menghasilkan ovum haploid. Selanjutnya, zigot tersebut tumbuh dan berkembang menjadi sporofit dewasa yang diploid (2n).

[baca juga: ganggang merah]

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *