Kelainan atau Gangguan pada Sistem Pencernaan Makanan

Sistem pencernaan makanan manusia tidak selamanya dapat berjalan dengan normal, kadang kala dapat mengalami gangguan, baik yang disebabkan oleh makanan yang dimakan, penyakit, ataupun gangguan fisiologis yang dimiliki oleh seseorang. Beberapa gangguan pada sistem pencernaan makanan yang dapat terjadi pada manusia, antara lain sakit gigi, sakit mag, apendisitis, konstipasi, laktosa intoleran, dan diare.

Gangguan pada Sistem Pencernaan

a. Sakit Gigi

Sisa-sisa makanan yang melekat pada gigi merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan bakteri yang dapat merusak gigi. Kerusakan gigi dapat pula terjadi karena memakan makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu manis, atau terlalu masam. Semua itu dapat menyebabkan gigi menjadi keropos dan mudah sakit. Gigi yang sakit menyebabkan aktivitas mengunyah makanan tidak dapat dilakukan dengan baik sehingga pencernaan makanan di dalam Iambung dan usus juga tidak bisa dilakukan dengan optimal.

b. Sakit Mag

Sakit mag adalah sakit yang disebabkan oleh adanya sekresi asam Iambung yang tidak normal pada Iambung sehingga mengakibatkan rasa perih pada dinding Iambung. Sakit mag dapat dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak teratur, jenis makanan tertentu, obat-obatan, atau oleh adanya stres psikologis. Gejala mag yang sudah kronis dapat menyebabkan luka pada dinding lambung. Adanya sekresi asam lambung yang mengenai luka pada lambung menyebabkan rasa perih atau sakit. Sakit mag yang sudah parah dapat menyebabkan perdarahan pada lambung karena luka yang terjadi sudah sampai pada lapisan submukosa yang banyak memiliki pembuluh darah.

c. Apendisitis (Radang Usus Buntu)

Radang usus buntu terjadi jika ada sisa-sisa makanan yang masuk ke dałam usus buntu, tepatnya ke dałam umbai cacing. Sisa-sisa makanan tersebut terjebak dan tidak dapat keluar dari umbai cacing sehingga lama-kelamaan akan membusuk. Akibatnya, timbul peradangan pada umbai cacing. Orang-orang yang terkena apendisitis biasanya harus dioperasi untuk membuang umbai cacing yang membusuk tersebut.

d. Konstipasi

Konstipasi adalah gangguan yang terjadi jika feses yang terbentuk keras dan kering sehingga sulit dikeluarkan. Hal itu terjadi karena terlalu banyak air yang direabsorpsi pada saat sisa-sisa makanan berada di usus besar, yang diakibatkan oleh bahan makanan yang rendah kandungan seratnya. Jika terjadi secara terus-menerus, konstipasi dapat menimbulkan wasir atau ambeien.

e. Laktosa Intoleran

Laktosa adalah karbohidrat yang ada pada susu. Adapun laktosa intoleran adalah gangguan yang ditandai penderita tidak dapat mencerna laktosa karena tidak tersedianya enzim-enzim pencerna laktosa. Jika itu terjadi, penderita akan mengalami diare jika minum susu.

f. Diare

Diare adalah gangguan yang sangat umum, ditandai dengan keluarnya feses yang sangat encer. Diare dapat disebabkan oleh jenis makanan yang dimakan, misalnya terlalu banyak lemaknya, atau oleh adanya infeksi mikroorganisme, misalnya bakteri atau protozoa. Diare yang disebabkan oleh mikroorganisme menghasilkan toksin yang menyebabkan gerak peristaltik usus besar berlangsung sangat cepat sehingga tidak sempat terjadi reabsorpsi air.

g. Sariawan

Sariawan (stomatitis aftosa) adalah luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung, dapat disebabkan oleh luka tergigit, mengonsumsi makanan / minuman panas, alergi, kekurangn vitamin C dan zat besi, kebersihan mulut tidak terjaga, kelainan pencernaan, faktor psikologis, atau kondisi tubuh yang tidak fit.

h. Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis adalah peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih. Gastritis dapat disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, makan tidak teratur, mikroorganisme, mengonsumsi obat-obatan tertentu, alkohol, pola tidur yang tidak teratur, dan stres.

i. Flatus

Flatus adalah keluarnya gas dalam saluran pencernaan melalui anus. Gas berasal dari gas yang tertelan, atau hasil produksi dari bakteri darisaluran pencernaan/ kolon berupa gas hidrogen dan metana akibat banyak mengonsumsi gula dan polisakarida.

j. Pankreasitis

Pankreasitis adalah radang kelenjar pankreas, dapat disebabkan oleh batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

k. Malnutrisi

Malnutrisi adalah keadaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat menyebabkan penyakit seperti kwashiorkor dan marasmus.

l. Malabsorpsi

Malabsorpsi adalah penyerapan nutrisi yang buruk dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan kekurangan gizi.

m. Parositis (Gondongan/ mumps)

Parositis adalah suatu penyakit menular yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah (kelenjar parotid) pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah, disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

n. Peritonitis

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum (jaringan tipis yang melapisi organ-organ yang terletak di dalam rongga perut). Peradangan disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus, bahan kimia iritan, dan benda asing.

o. Kolik Abdomen

Kolik Abdomen adalah gangguan aliran normal isi usus di sepanjang traktus intestinal, ditandai dengan kram dan nyeri hebat pada perut yang mungkin disertai dengan mual dan muntah. Biasanya disebabkan oleh peradangan.

p. Ulkus Peptikum

Ulkus Peptikum adalah luka (peradangan kronis) pada lapisan lambung dekat duodenum (bagian teratas dari usus halus), disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

q. Gastroenteritis (flu perut)

Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan lambung dan usus halus yang mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan kejang perut. Gastroenteritis disebabkan oleh virus dan bakteri.

r. Xerostomia

Xerostomia adalah gejala mulut kering akibat berkurangnya produksi ludah. Berkurangnya produksi ludah terjadi akibat adanya gagguan saraf pusat, saraf kelenjar ludah, dan perubahan elektrolit ludah. Xerostomia dapat disebabkan oleh tomor otak, radang selaput otak, obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan kencing manis, rasa takut/ cemas, serta depresi.

s. Karies Gigi

Karies Gigi adalah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi, atau gigi menjadi berlubang. Karies Gigi dapat disebabkan oleh bakteri penghasil asam.

t. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang dapat disebabkan oleh infeksi virus, keracunan alkohol, karbon tetraklorida, atau obat penenang tertentu.

Sumber:

Irnaningtyas.(2014).Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga:Jakarta.

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelaajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *