Kelainan atau Gangguan pada Sistem Pernapasan

Sistem respirasi atau sistem pernapasan manusia dapat mengalami gangguan atau kelainan yang disebabkan oleh banyak hal, antara lain bakteri dan virus, asap rokok, pencemaran udara, alergi, ataupun penyakit keturunan. Berbagai Kelainan atau Gangguan pada Sistem Pernapasan tersebut, di antaranya, adalah asfiksia, bronkitis, emfisema, asma, kanker paru-paru, fibrosis sistis, infeksi oleh bakteri atau virus dan masih banyak lagi.

Gangguan pada Sistem Pernapasan

Kelainan atau Gangguan pada Sistem Pernapasan

a. Asfiksia

Asfiksia adalah suatu kondisi kekurangan pasokan oksigen yang disebabkan ketidakmampuan bernapas secara normal.

b. Bronkitis

Bronkitis adalah suatu penyakit peradangan pada selaput yang melapisi bronkus. Pada bronkitis terjadi penumpukan lendir kental di bronkus dan penderita mengalami serangan batuk yang terus-menerus sebagai usaha untuk mengeluarkan lendir itu. Jika makin parah, bronkiolus akan menyempit dan akibatnya bernapas pun menjadi sulit.

Bronkitis dapat dibedakan menjadi bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis akut disebabkan oleh bakteri dan dapat terjadi selama beberapa minggu. Sementara itu, bronkitis kronis, antara lain disebabkan oleh kebiasaan merokok, pencemaran udara, dan infeksi saluran pernapasan. Selain pada bronkus, peradangan juga dapat terjadi, antara lain pada sinus atau rongga hidung bagian atas (sinusitis), pleura atau selaput paru-paru (pleuritis), dan laring (laringitis).

c. Emfisema

Emfisema adalah penyakit “pecahnya” alveoli. [baca: Alat Pernapasan pada Manusia] Emfisema disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang terkandung dalam asap rokok, debu-debu industri, ataupun polutan udara lainnya. Semua itu melemahkan dinding alveoli sehingga berkurang elastisitasnya. Akibatnya, alveoli pecah dan dinding-dindingnya menyatu. Emfisema dapat dicegah salah satunya dengan cara berhenti merokok, tetapi kerusakan dinding alveoli yang terjadi tidak dapat disembuhkan dan diperbaiki.

d. Asma

Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan berupa sesak napas yang dapat dipicu oleh alergi terhadap serbuk sari bunga, tungau, debu, rambut-rambut hewan, virus tertentu, dan oksida nitrogen dari asap kendaraan bermotor. Selain itu, serangan asma juga dapat dipicu oleh suhu dingin, stres, dan faktor psikologis.

e. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru disebabkan oleh abnormalitas pembelahan sel pada jaringan di paru-paru, misalnya di bronkiolus. Faktor pemicunya yang terbesar adalah paparan asap rokok secara terus menerus. Jika hal itu terjadi, sel-sel basal epitel bersilia pada paru-paru akan digantikan oleh sel-sel epitel yang membelah secara tidak beraturan (abnormal). Akibatnya, terjadi penebalan epitel bronkiolus. Jika sel-sel itu terlepas, kanker akan menyebar di seluruh paru-paru dan ke organ lain.

f. Fibrosis Sistis

Fibrosis sistis adalah bentuk lain penyakit/ gangguan pada sistem pernapasan. Penyakit ini merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Penderita penyakit ini menghasilkan sekresi keringat, lendir, dan cairan lainnya yang lebih banyak dan lebih kental. Akibatnya, saluran pernapasan menjadi tersumbat dan terinfeksi sehingga bernapas menjadi sulit. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tetapi pemberian obat-obatan dan pijatan menjadikan penderita hidup lebih nyaman.

g. Infeksi oleh Bakteri atau Virus

Beberapa penyakit/ gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, antara lain TBC (tuberkulosis) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau Pneumococcus, legionellosis (bentuk atipikal dari pneumonia) disebabkan oleh bakteri Legionella pneumonophila, influenza disebabkan oleh virus influenza, SARS yang disebabkan oleh virus SARS, serta flu burung (avian influenza) disebabkan oleh virus flu burung.

1. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Bakteri ini masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, serta menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pernapasan, tulang dan kelenjar getah bening. Pada paru-paru akan terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/ istirahat). Jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan di dalam paru-paru yang memproduksi dahak (sputum).

2. Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada faring dan tenggorokan yang menyebabkan rasa sakit ketika menelan makanan. Dapat disebabkan oleh infeksi virus (seperti influenza), bakteri (misalnya Streptococcus sp. dan Corynebacterium sp.), merokok, menelan racun, reaksi alergi, dan repluks asam lambung (pengaliran kembali asam lambung ke dalam kerongkongan).

3. Difteri

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, dengan gejala sakit tenggorokan, sulit bernapas dan menelan, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, demam serta pembengkakan kelenjar getah bening.

4. Pneumonia (radang paru-paru)

Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang dapat mengakibatkan alveolus terisis cairan yang berlebihan. Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus pneumoniae), virus, atau jamur (Aspergillus fumigatus dan Actinomyces israeli). Peminum alkohol dan perokok lebih rentan terhadap penyakit ini.

5. Influenza, parainfluenza (sindrom batuk pilek), flu burung dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)

Semuanya merupakan gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus. Influenza disebabkan oleh virus ortomiksovirus, parainfluenza oleh parainfluenzavirus, flu burung oleh HPAIV (Highly Pathogenic Avian Influenza Virus) strain H5N1, sedangkan SARS oleh SARS coronavirus. Flu burung dan SARS dapat menyebabkan kematian.

h. Hiperkapnia

Hiperkapnia adalah peningkatan kadar CO2 dalam cairan tubuh melebihi batas normal sehingga meningkatkan respirasi, konsentrasi ion hidrogen, dan asidosis (kadar asam dalam darah berlebihan).

i. Hipoksemia

Hipoksemia adalah penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (PaO2) hingga di bawah batas normal. Hipoksemia dapat disebabkan oleh zat toksik, seperti karbon monoksida (CO), sianida (CN). Gas CO dapat mematikan karena daya ikat hemoglobin terhadap CO lebih besar (320 kali) dibandingkan daya ikatnya terhadap O2.

j. Sianosis

Sianosis adalah keadaan ketika kulit dan membran mukosa berwarna kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen dalam darah rendah. Sianosis dapat terjadi akibat penyakit paru-paru, kelainan jantung, dan berada di daerah geografis yang tinggi.

k. Dispnea (sesak napas)

Dispnea adalah perasaan sulit bernapas ditandai napas yang pendek, karena suplai oksigen ke dalam jaringan tubuh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan. Dispnea dapat terjadi pada orang yang cemas (emosi tidak stabil), penderita kardiovaskular, asma, dan penyakit paru-paru.

l. Aspnea tidur

Aspnea tidur adalah kesulitan bernapas ada saat tidur karena kegagalan pelepasan impuls saraf yang menjalankan pernapasan. Aspnea tidur dapat terjadi karena saat otot faring melemas sewaktu tidur, otot pernapasan tidak dapat berkontraksi ketika inspirasi dan lidah terjatuh menyumbat jalan pernapasan. Gejalanya adalah mendengkur keras, nyeri kepala di pagi hari, kelelahan, dan mengantuk di siang hari.

m. Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS, sudden infant death syndrome)

SIDS adalah bentuk apnea tidur, ketika bayi yang tampak sehat secara tiba-tiba meninggal (biasanya di tempat tidur). Sering terjadi pada bayi prematur dan bayi yang tidur tertelngkup.

Itulah tulisan mengenai Kelainan atau Gangguan pada Sistem Pernapasan. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Irnaningtyas.(2014).Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga:Jakarta.

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *