Kingdom Animalia (Hewan) : Ciri-ciri dan Klasifikasi

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat dengan mudah menemukan organisme yang termasuk anggota kingdom Animalia atau dalam bahasa umum kita sebut hewan. Namun, tahukah Anda bagaimana ciri-ciri organisme yang termasuk kelompok hewan? Bagaimana Anda menjelaskan bahwa seekor kucing termasuk kelompok hewan, bukan kelompok tumbuhan? Apa yang membedakan kingdom Animalia dari keempat kingdom lainnya? Ada berapa banyak kelompok hewan di muka bumi ini? Apa pula peranan hewan bagi kehidupan manusia? Mari kita temukan jawabnya pada pembahasan kali ini. Untuk memudahkan Anda mempelajari kingdom Animalia, sebaiknya Anda sudah memiliki pengetahuan tentang dan klasifikasi makhluk hidup, keanekaragaman hayati, serta pengetahuan tentang Protista.

A. Ciri-Ciri Kingdom Animalia

Hewan adalah organisme multiseluler eukariota. (Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan eukariota?) Dengan demikian, Protozoa (misalnya, Amoeba dan Paramecium) tidak dapat disebut hewan karena keduanya tersusun atas hanya satu sel (uniseluler). Pada sebagian besar hewan, sel-sel tubuhnya menunjukkan tingkat diferensiasi jaringan yang tinggi dan membentuk organ- organ tubuh yang terspesialisasi untuk menjalankan fungsi tertentu.

Berbeda dari sel-sel tumbuhan, sel-sel hewan tidak memiliki dinding sel dan pigmen-pigmen fotosintetik, misalnya klorofil, sehingga tidak ada hewan yang dapat melakukan fotosintesis untuk membentuk makanannya. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, hewan mendapatkan makanan dari organisme lain, yaitu tumbuhan dan hewan lain. Dengan demikian, hewan termasuk organisme heterotrof. Umumnya hewan menelan makanan dan mencernanya di dalam alat-alat pencernaan yang ada di dalam tubuhnya.

Hewan pada umumnya memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Meskipun kadang hal itu hanya terjadi pada salah satu tahap dalam siklus hidupnya. Sebagai contoh, beberapa jenis hewan air, pada stadium larva hidup berenang secara bebas, tetapi setelah dewasa hidup melekat pada substrat.

Hampir semua hewan memiliki sistem saraf dan indra untuk mengoordinasikan gerak tubuh dan menanggapi rangsangan dari luar secara cepat. Pada umumnya hewan bereproduksi secara seksual dengan cara membentuk gamet jantan haploid (sperma) dan gamet betina haploid (ovum). Setelah fertilisasi, zigot yang terbentuk membelah berulang kali membentuk embrio yang kemudian akan mengalami perkembangan selanjutnya menjadi individu baru. Selain secara seksual, beberapa jenis hewan juga melakukan reproduksi secara aseksual, misalnya dengan membentuk tunas ataupun fragmentasi.

B. Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia beranggotakan jutaan jenis hewan. Dari semua makhluk hidup yang sekarang ada, sebanyak 75% atau lebih kurang juta jenis termasuk kingdom Animalia. Untuk mempermudah mempelajarinya, para ahli kemudian mengelompokkan hewan-hewan tersebut menjadi beberapa filum berdasarkan perbedaan struktur tubuhnya. Jumlah filum yang ada di dalam kingdom Animalia menurut ahli yang satu dan ahli yang lain bisa berbeda-beda.

Ada beberapa hal yang biasa digunakan untuk mengklasifikasi hewan, antara lain ada tidaknya tulang belakang (vertebrae), jumlah lapisan tubuh, simetri tubuh, dan ada tidaknya rongga tubuh. Berdasarkan ada tidaknya vertebrae, hewan dapat dikelompokkan menjadi hewan tidak bertulang belakang (Invertebrata atau Avertebrata), contohnya cacing dan siput, serta hewan bertulang belakang (Vertebrata), misalnya katak dan sapi. Anggota Invertebrata cukup banyak, yaitu sekitar 97% anggota kingdom Animalia. Meskipun begitu, diduga baru sekitar 10% saja yang sudah teridentifikasi.

Dalam masa perkembangan hewan, pada zigot terbentuk dua lapisan tubuh, yaitu ektoderm dan endoderm. Selanjutnya, di antara kedua lapisan tersebut berkembang lapisan ketiga, yaitu mesoderm. Pada umumnya hewan memiliki ketiga lapisan tubuh tersebut, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Hewan seperti itu dinamakan hewan triploblastik. Beberapa jenis hewan, misalnya ubur-ubur, hanya memiliki dua lapisan tubuh, yaitu ektoderm dan endoderm. Hewan demikian dinamakan hewan diploblastik.

Lihat Gambar berikut ini. (Struktur hewan triploblastik)

struktur hewan triploblastik (pada pembahasan kingdom animalia)

Sebagian besar hewan memiliki rongga tubuh (selom) dan sebagian kecil tidak memilikinya. Hewan-hewan yang tidak memiliki rongga tubuh dikenal sebagai hewan aselomata (a = tidak; coelom = rongga tubuh), contohnya cacing Planaria. Sementara itu, hewan-hewan yang memiliki rongga tubuh disebut hewan selomata, contohnya cacing tanah dan Vertebrata. Rongga tubuh tersebut dibatasi oleh peritoneum. Beberapa kelompok hewan ada yang memiliki rongga tubuh semu karena tidak dibatasi oleh peritonium. Hewan demikian disebut hewan pseudoselomata, contohnya cacing gelang (Ascaris lumbricoides).

Coba Anda perhatikan tubuh udang atau lobster. Bayangkan jika tubuh hewan tersebut dipotong secara membujur (longitudinal), akan didapatkan dua bagian tubuh, yaitu kiri dan kanan, yang sama. Bagian kanan seolah-olah adalah bayangan cermin bagian kiri, demikian pula sebaliknya. Simetri tubuh seperti itu dinamakan simetri bilateral (Gambar di bawah bagian b). Lain halnya dengan anemon. Tubuh anemon jika dipotong secara membujur melalui titik tengah pada berbagai tempat, selalu diperoleh dua bagian yang simetris. Simetri tubuh seperti itu dinamakan simetri radial (Gambar di bawah bagian a). Beberapa jenis hewan lain memiliki bentuk tubuh yang tidak beraturan sehingga jika dipotong menjadi dua tidak pernah diperoleh dua bagian yang simetris. Hewan tersebut dikatakan bertubuh asimetri, contohnya hewan anggota Porifera.

Simetri bilateral dan simetri radial (pada pembahasan kingdom animalia)

Ada sembilan filum hewan yang biasa dikenal. Kesembilan filum itu adalah Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata. Jika ingin mengetahui penjelasan lebih jauh mengenai kesembilan filum kingdom Animalia ini, silahkan kunjungi masing-masing link berikut ini.

  1. Porifera,
  2. Cnidaria,
  3. Platyhelminthes,
  4. Nemathelminthes,
  5. Annelida,
  6. Mollusca,
  7. Arthropoda,
  8. Echinodermata,
  9. Chordata.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *