Komponen Kimiawi Sel

Sel memerlukan bahan-bahan kimia untuk membentuk sitoplasma baru dan untuk menghasilkan energi. Oleh karena itu, makhluk hidup memerlukan makan untuk menyuplai bahan-bahan kimia tersebut bagi sel-sel tubuhnya. Namun, tentu saja tidak sesederhana itu karena sebagian besar sel memiliki fungsi khusus dan juga memiliki kebutuhan yang berbeda. Komponen Kimiawi Sel tersusun atas air, protein, lemak, karbohidrat, garam-garam, asam nukleat dan vitamin atau turunannya.

Komponen Kimiawi Sel

Gambar komponen kimiawi sel

1. Air

Air adalah salah satu unsur terpenting dan merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel. Air adalah pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik. Molekul-molekul air berperan dalam banyak reaksi kimia penting. Sebagai contoh, pada tumbuhan, molekul air dan karbon dioksida diperlukan untuk membentuk gula (karbohidrat). Pada hewan, komponen kimiawi sel yang satu ini membantu penguraian dan pelarutan molekul-molekul makanan.

Sifat fisik dan kimia air berbeda dari kebanyakan cairan lainnya, tetapi hal itu menjadikan air efektif dalam menyokong aktivitas kehidupan. Contohnya, air memiliki kapasitas yang tinggi untuk panas (kapasitas panas tinggi) sehingga air dapat menyerap banyak panas tanpa meningkatkan suhu air ke tingkat yang dapat merusakkan protein dalam sitoplasma. Karena air membeku pada suhu 0oc, kebanyakan sel akan rusak jika suhunya turun di bawah suhu tersebut dan kristal es akan terbentuk di sitoplasma.

2. Protein

Protein merupakan unsur penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air. Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional. Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misalnya membrane sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom. Sementara itu, protein fungsional meliputi enzim-enzim. Enzim-enzim terdapat di membran, mitokondria, vakuola, dan sitoplasma. Enzim-enzim mengatur reaksi-reaksi kimia yang menjaga sel tetap hidup. Protein fungsional juga berperan dalam transpor melewati membran. Semua protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, dam nitrogen serta beberapa mengandung belerang. Molekul-molekul protein tersusun atas polimer-polimer aam amino yang membentuk ikatan peptida. [baca juga: Protein : Struktur, Sumber Protein, Fungsi Protein]

3. Lemak

Meskipun jumlahnya di dalam protoplasma relatif sedikit, lemak memiliki peran penting dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel. Tetes lemak yang tersimpan di dalam sitoplasma merupakan sumber energi bagi sel. Komponen kimiawi sel yang satu ini tersusun atas karbon, hidrogen, dan oksigen. Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol). [baca juga: lemak / lipid]

4. Karbohidrat

Jumlah karbohidrat di dalam sel kira-kira hanya satu persen. Meskipun jumlahnya dalam protoplasma relatif kecil, karbohidrat merupakan penyusun terbesar makanan hewan. Di dalam sel, karbohidrat memiliki daya ubah dan manfaat yang tinggi sebagai energi untuk metabolisme sel. Pada sel tumbuhan, komponen kimiawi sel yang satu ini tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga penting sebagai unsur struktural, yaitu pembentuk dinding sel.

Semua karbohidrat hanya mengandung karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat umumnya terdapat dalam bentuk gula sederhana. Gula sederhana memiliki satu cincin karbon (disebut monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa. Dua molekul gula sederhana dapat bergabung membentuk disakarida, contohnya maltosa dan sukrosa. Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa. Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel-sel hewan. Amilum adalah bahan cadangan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan. Adapun selulosa adalah bahan pembentuk dinding sel tumbuhan.[baca juga: Karbohidrat : Struktur, Sumber Karbohidrat, Fungsi Karbohirat]

5. Garam-Garam

Garam-garam terdapat di dalam sel dalam bentuk ion-ionnya, misalnya natrium klorida terdapat di dalam sel dalam bentuk ion-ion natrium (Na+) dan ion-ion klorida (Cl). Ion-ion tersebut dapat bergerak bebas di dalam sel atau melekat pada molekul-molekul lain, seperti protein atau lemak. Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel. Ion-ion fosfat (PO43-) dalam reaksi transfer energi. Ion-ion kalsium, kalium, natrium terutama berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel, misalnya menanggapi rangsang atau menghantarkan impuls-impuls saraf.

6. Vitamin

Vitamin atau bahan-bahan turunannya berperan dalam reaksi-reaksi kimia di dalam sel, contohnya reaksi transfer energi dari satu senyawa menjadi senyawa lain. Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai. [baca juga: Vitamin pada pembahasn makanan]

7. Asam Nukleat

Asam nukleat berfungsi sebagai tempat penyimpanan sifat individu yang diwariskan, penyimpanan energi, dan koenzim. Asam nukleat merupakan polinukleotida, yaitu suatu polimer yang sauan penyusunnya adalah nukleotida. Nukleotida terdiri atas 3 komponen, yaitu basa nitrogen, pentosa (gula berkarbon lima), dan gugus fosfat.

Berdasarkan jenis nukleotidanya, maka asam nukleat dibedakan menjadi dua acam, yaitu asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA).

Demikian pembahasan mengenai Komponen Kimiawi Sel. Terima kasih.

Sumber:

Irnaningtyas.(2014).Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga:Jakarta.

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 2 Untuk kelas XI SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *