Mekanisme Evolusi : Seleksi Alam, Mutasi Gen

Mekanisme evolusi menjelaskan peristiwa evolusi yang dapat disebabkan oleh adanya seleksi alam dan mutasi gen dalam suatu populasi.

1. Seleksi Alam

Mekanisme evolusi yang diajukan oleh Darwin untuk menjelaskan terjadinya evolusi adalah seleksi alam. [Baca juga: Teori Evolusi Darwin] Contoh klasik seleksi alam adalah ngengat Biston betularia. Ngengat tersebut terdapat dalam dua bentuk, yaitu ngengat berwarna gelap dan ngengat berwarna terang (Gambar di bawah). Sebelum Revolusi Industri (1850), ngengat berwarna terang mendominasi hampir seluruh wilayah Inggris, sedangkan ngengat berwarna gelap jarang terlihat. Namun, pada tahun 1895 terjadi peningkatan jumlah ngengat berwarna gelap hingga mencapai 98% dari seluruh populasi ngengat.

Biston betularia pada pembahasan Mekanisme Evolusi

Hal itu disebabkan selama Revolusi Industri, asap hitam dari tungku pembakaran batu bara telah membunuh lumut kerak pada batang-batang pohon dan menghitamkannya. Ketika ngengat hinggap di batang-batang pohon tersebut, ngengat berwarna gelap sulit terlihat oleh burung pemangsa dibandingkan ngengat berwarna terang. Sebagai akibatnya, ngengat berwarna gelap dapat hidup lebih lama untuk bereproduksi. Oleh karena itu, dikatakan ngengat berwarna gelap lebih adaptif (lebih dapat menyesuaikan diri) terhadap lingkungan daripada ngengat berwarna terang. Dalam kasus ini, yang berperan sebagai tekanan lingkungan yang menyeleksi (tekanan seleksi) adalah pemangsaan oleh burung predator dan ngengat berwarna terang dikatakan terkena seleksi alam.

Yang dimaksud dengan tekanan seleksi adalah suatu faktor yang menyebabkan terjadinya seleksi dalam suatu populasi melalui penggunaan ketahanan lingkungan. Contoh tekanan seleksi meliputi kompetisi (persaingan) dalam hal makanan, wilayah kekuasaan, dan pasangan; predasi (pemangsaan); cahaya, udara, atau air yang terbatas; variasi suhu; penyakit; pengaruh manusia, misalnya penggunaan antibiotik, pestisida, serta polusi. Tiap faktor tersebut menyebabkan suatu tekanan seleksi dalam suatu populasi, dengan organisme yang paling mampu beradaptasi yang akan memiliki keuntungan dibandingkan yang lainnya. Seleksi alam mendorong terjadinya peningkatan jumlah organisme dengan alela yang disukai dan penurunan jumlah alela yang kurang disukai.

[Baca juga: Teori- Teori Evolusi]

2. Mutasi Gen

Mutasi gen adalah perubahan susunan gen (DNA) yang dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat organisme yang mengalaminya. Perubahan tersebut dapat diwariskan organisme kepada keturunannya. Meskipun secara alami sangat jarang terjadi, mutasi gen merupakan salah satu mekanisme evolusi yang penting untuk menghasilkan spesies baru. Perubahan sifat akibat mutasi gen menimbulkan berbagai variasi pada organisme yang pada akhirnya membuka peluang untuk terjadinya evolusi.

Dalam mutasi gen, hal yang perlu mendapat perhatian adalah angka laju mutasi. Angka laju mutasi merupakan banyaknya gen yang mengalami mutasi dari seluruh gamet yang dihasilkan oleh suatu individu spesies tertentu. Angka laju mutasi sangat kecil, tetapi karena beberapa hal, yaitu (a) jumlah gamet yang dihasilkan oleh suatu individu sangat besar, (b) jumlah gen dalam satu gamet juga besar (ribuan), dan (c) jumlah individu dalam setiap spesies sangat banyak, angka laju mutasi yang sangat kecil tadi jadi memiliki arti yang penting.

Individu yang mengalami mutasi memiliki sifat-sifat yang berbeda dari generasi sebelumnya, termasuk dalam hal kemampuan bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam hal itulah terjadi seleksi alam. Mutasi dapat menguntungkan ataupun merugikan individu yang mengalaminya. Mutasi dikatakan menguntungkan jika mutan yang dihasilkan memiliki sifat-sifat yang adaptif terhadap lingkungan dengan ketahanan hidup yang tinggi. Sebaliknya, mutasi dikatakan merugikan jika mutan yang dihasilkan mati, tidak adaptif terhadap lingkungan, ataupun memiliki ketahanan hidup yang rendah. Bagi mutan yang mampu bertahan hidup dan bereproduksi, ia dapat menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat yang telah berubah. Sebaliknya, mutan yang tidak mampu bertahan hidup dan melakukan reproduksi akan mati dan punah.

c. Hukum Hardy-Weinberg

Pembahasan mengenai hukum ini cukup panjang, sehingga akan dibahas secara terpisah. Silahkan kunjungi: Hukum Hardy-Weinberg.

Demikian tulisan mengenai Mekanisme evolusi. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 3 Untuk kelas XII SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *