Pencemaran Air : Pengertian, Penyebab, Akibat

Pencemaran Air – Pernahkah Anda memerhatikan sungai-sungai yang terdapat di perkotaan dan sungai-sungai yang terdapat di daerah pegunungan atau pedesaan? Bagaimana warna airnya? Umumnya sungai-sungai yang terdapat di pegunungan atau pedesaan masih alami sehingga airnya masih jernih. Sebaliknya, sungai-sungai di perkotaan umumnya sudah keruh atau berwarna kehitaman karena sudah tercemar berbagai bahan buangan atau limbah sisa-sisa aktivitas manusia (Gambar di bawah).

Contoh Pencemaran air

A. Pengertian Pencemaran Air 

Pencemaran air adalah peristiwa masuknya bahan-bahan berbahaya, merugikan, atau tidak disukai ke dalam air dengan konsentrasi atau jumlah yang (secara langsung atau kumulatif) cukup besar untuk dapat merugikan atau memengaruhi kegunaan atau kualitas air. Bahan-bahan apa sajakah yang dapat menyebabkan pencemaran air? Ada banyak sekali bahan yang dapat menyebabkan pencemaran air, yang secara garis besar, menurut sifat bahannya, dapat dikelompokkan menjadi bahan anorganik dan bahan organik. Yang termasuk bahan-bahan anorganik, antara lain tumpahan minyak (baik mentah ataupun telah diproses) dari kapal tanker, limbah pabrik, limbah pertambangan, pupuk, dan pestisida. Adapun yang termasuk bahan-bahan organik, antara lain limbah rumah tangga dan bahan-bahan buangan dari rumah pemotongan hewan.

B. Penyebab Pencemaran Air 

Pencemaran air dapat terjadi secara langsung dan secara tidak langsung. Pencemaran air secara langsung terutama disebabkan oleh buangan dari kegiatan industri, pertanian, dan rumah tangga. Sementara itu, pencemaran air secara tidak langsung terjadi karena adanya rembesan zat-zat kimia beracun dan berbahaya dari timbunan limbah industri, pertanian, dan rumah tangga ke dalam perairan terbuka (sungai, laut, saluran air, danau, waduk, dan sumur) serta air dalam tanah.

Mengapa buangan industri, pertanian, dan rumah tangga dapat mencemari air? Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu, antara lain

  1. dalam komposisi kimianya terdapat zat-zat berbahaya, seperti logam berat dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan;
  2. suhu ataupun derajat keasamannya (pH) dapat mematikan organisme-organisme yang hidup di perairan;
  3. kemampuannya untuk menyerap oksigen dari air (BOD atau Biochemical Oxygen Demand) sangat besar sehingga organisme-organisme yang hidup di perairan menjadi kekurangan oksigen dan akhirnya mati;
  4. dalam keadaan ekstrem, mengandung limbah nuklir dengan bahaya radioaktifnya.

C. Akibat Pencemaran Air 

Sering kali, air yang kita gunakan untuk minum terkontaminasi oleh bakteri yang berasal dari tanah ataupun feses hewan, termasuk feses manusia. Karena berasal dari feses hewan dan manusia, kebanyakan bakteri yang mencemari air minum adalah bakteri-bakteri yang hidup di usus sehingga dapat menyebabkan beberapa penyakit serius, di antaranya bakteri tifus (Salmonella typhi) dan kolera (Vibrio cholerae). Salah satu contoh bakteri yang sering mencemari air minum adalah bakteri Escherichia coli. Air minum yang mengandung E. coli merupakan indikator bahwa air tersebut telah tercemar oleh feses hewan ataupun air limbah. Walaupun E. coli tidak terlalu berbahaya, kehadirannya di dalam air minum mengindikasikan adanya bakteri-bakteri usus lainnya yang lebih berbahaya.

Limbah yang berasal dari pertanian, contohnya sisa-sisa pupuk, umumnya banyak mengandung ion-ion anorganik, misalnya ion nitrat (NO3). Adapun limbah rumah tangga dan industri yang berasal dari penggunaan detergen banyak mengandung ion-ion fosfat (PO43-). Kedua jenis ion tersebut jika terakumulasi di atas tingkat tertentu dalam perairan menyebabkan air dari perairan tersebut tidak layak dikonsumsi sebagai air minum. Apabila dikonsumsi, air yang mengandung ion-ion fosfat dan nitrat tersebut dapat menyebabkan kanker lambung dan memengaruhi fungsi hemoglobin dalam mengikat oksigen. Di dalam tubuh, ion-ion nitrat dapat berikatan dengan hemoglobin membentuk metamoglobin. Metamoglobin itu menyebabkan sisi aktif hemoglobin untuk mengikat oksigen menjadi tidak aktif.

Akibat lain kelebihan ion-ion nitrat dan fosfat dalam perairan tawar adalah peningkatan proses eutrofikasi, yaitu peningkatan nutrisi atau zat-zat makanan untuk pertumbuhan tanaman air. Sesungguhnya, eutrofikasi merupakan proses alamiah yang terjadi di sungai, kolam, atau danau mana pun, tetapi proses itu berlangsung dengan lambat. Namun, dengan adanya penumpukan ion-ion nitrat dan fosfat yang berasal dari limbah, proses eutrofikasi mengalami peningkatan. Artinya, terjadi penumpukan zat-zat makanan bagi tumbuhan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ledakan pertumbuhan tanaman air, seperti eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan ganggang. Ledakan pertumbuhan ganggang itu dinamakan algae blooming (Gambar di bawah).

eutrofikasi, contoh pencemaran air
Air yang mengalami eutrofikasi; di dalamnya tidak terdapat oksigen terlarut yang cukup untuk kehidupan atau organisme lainnya.

Ketika mati, tanaman-tanaman air itu dibusukkan oleh bakteri saprotrof aerob. Karena jumlah tanaman air sangat banyak, proses pembusukan itu memerlukan banyak oksigen. Akibatnya, perairan mengalami deoksigenasi, yaitu penurunan kandungan oksigen. Selanjutnya, terjadi pembusukan anaerob dan terbentuk hidrogen sulfida (H2S). Ketiadaan oksigen dan kehadiran hidrogen sulfida menyebabkan kematian organisme-organisme air lainnya, termasuk ikan. Lihat Gambar di bawah. Eutrofikasi dipercepat oleh aktivitas manusia yang membuang terlalu banyak kotoran, limbah, ataupun pupuk ke dalam perairan.

efek eutrofikasi, contoh pencemaran air

Eutrofikasi dapat kita minimalkan dengan cara

  1. menggunakan detergen dengan kandungan fosfat yang rendah untuk mencuci;
  2. menggunakan pupuk tanaman yang tidak mudah larut.

Tingkat pencemaran air sering kali dinyatakan dalam biochemical oxygen demand (BOD). BOD adalah jumlah oksigen yang digunakan mikroorganisme dalam air untuk mengoksidasi senyawa organik menjadi molekul anorganik sederhana pada waktu tertentu. Makin tinggi nilai BOD suatu perairan, makin tercemar perairan tersebut.

Pencemaran air yang disebabkan oleh tumpahan minyak umumnya terjadi di laut dan peristiwa ini sangat sering terjadi. Salah satu contohnya adalah peristiwa “Alaskan Oil Spilt‘. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Maret 1989. Ketika itu, sebuah kapal supertanker bernama Exxon Valdez yang membawa sekitar 1 1 juta galon minyak mentah menuju Bligh Reef di Prince William Sound, Alaska, mengalami kandas. Sebelas juta galon minyak mentah yang tumpah ke laut (Gambar di bawah bagian a) mengakibatkan sekitar 400.000 burung laut mati dan menurunkan populasi paus pembunuh, Singa laut, serta anjing laut. Burung-burung laut itu mati karena minyak mentah tersebut menempel pada bulu-bulunya (Gambar di bawah bagian b) sehingga menyebabkan mereka tidak dapat terbang mencari makan dan mengurangi kemampuan tubuhnya menahan panas. Akibatnya, mereka menjadi kelaparan dan kedinginan. Teknik penyelangan air panas bertekanan tinggi (Gambar di bawah bagian c) dan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan pantai dari tumpahan minyak malah membunuh lebih banyak burung laut dan organisme laut lainnya yang hidup di pantai.

tumpahan minyak, contoh pencemaran air

Pencemaran air yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia kebanyakan disebabkan oleh proses-proses industri. Elektroplating, contohnya, menghasilkan limbah yang mengandung tembaga dan sianida. Jika masuk ke perairan, bahan-bahan kimia tersebut akan meracuni hewan-hewan dan tumbuhan air, bahkan manusia yang meminum airnya. Pada tahun 1971, 45 orang di Teluk Minamata, Jepang, mati dan 120 orang lainnya sakit parah akibat keracunan raksa atau merkuri (Hg). Diketahui ada sebuah pabrik yang memasukkan senyawa merkuri itu ke Teluk Minamata dalam bentuk limbah. Meskipun konsentrasi merkuri di laut sangat rendah, konsentrasinya meningkat setelah memasuki rantai makanan. Merkuri sampai di tubuh manusia melalui ikan atau makanan laut lain yang telah terkontaminasi oleh merkuri dalam konsentrasi yang cukup untuk menyebabkan kerusakan otak, deformitas (cacat), dan kematian. Konsentrasi merkuri yang tinggi juga ditemukan di Laut Baltik dan Danau Besar (Great Lake), Amerika Utara.

D. Penanggulangan Pencemaran Air 

Untuk meminimalkan kerusakan akibat tumpahan minyak, ada beberapa cara yang dapat digunakan, antara lain

  1. menggunakan detergen untuk memecah minyak sehingga minyak mengendap di dasar laut;
  2. memberikan bahan-bahan penyerap minyak untuk menghilangkannya;
  3. membakar tumpahan minyak yang ada di permukaan laut.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *