Pencemaran Lingkungan : Pengertian, Bahan, Dan Jenisnya

Dalam suatu proses produksi pasti dihasilkan limbah. Apakah limbah itu? Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada waktu dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan. Dalam konsentrasi dan jumlah tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Apakah yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan?

1. Pengertian Pencemaran Lingkungan 

Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982, polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Turunnya kualitas lingkungan tampak dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan, serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme yang hidup dalam lingkungan tersebut.

2. Macam-Macam Bahan Pencemaran Lingkungan

Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran dinamakan bahan pencemar atau polutan. Syarat-syarat suatu zat atau bahan dapat disebut polutan adalah jika keberadaannya dapat merugikan makhluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat, atau berada pada tempat yang tidak tepat.

Berdasarkan sifatnya, bahan pencemar atau polutan dibedakan menjadi dua macam, yaitu bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau diuraikan (biodegradable) dan bahan pencemar yang tidak dapat terdegradasi (nonbiodegradable).

a. Bahan Pencemaran Lingkungan yang Terdegradasi (Biodegradable)

Bahan-bahan pencemaran lingkungan yang dapat terdegradasi memiliki struktur kimia yang sederhana sehingga dapat didegradasi, didekomposisi, dihilangkan, atau dirombak, baik melalui proses alam maupun melalui sistem rekayasa manusia sehingga bersifat tidak mencemari. Bahan pencemar yang terdegradasi terbagi menjadi dua kategori, yaitu yang terdegradasi secara cepat dan yang terdegradasi secara lambat.

1) Bahan Pencemaran Lingkungan yang Terdegradasi secara Cepat

Bahan-bahan pencemaran lingkungan yang termasuk kategori ini bersifat nonpersisten (tidak terus-menerus) dan umumnya dapat terdekomposisi lebih cepat, contohnya limbah manusia, limbah hewan, dan limbah perkebunan (Gambar di bawah). Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan/atau proses produksi.

limbah perkebunan pada pembahasan pencemaran lingkungan
Semua daun ini akan terdekomposisi dalam waktu beberapa bulan 

2) Bahan Pencemaran Lingkungan yang Terdegradasi secara Lambat

Bahan pencemar yang terdegradasi secara lambat bersifat persisten dan umumnya terdekomposisi secara lambat, tetapi pada akhirnya dapat terpecah secara sempurna dan menjadi tidak berbahaya. Bahan-bahan radioaktif dan senyawa-senyawa sintetis, seperti DDT (dikloro difenil trikloroetana) umumnya termasuk pencemar kategori ini karena proses alam tidak mampu memecahnya (secara cepat). Sebagai contoh, DDT memerlukan waktu empat tahun untuk dapat terpecah sebanyak 25 persen. Bahan radioaktif strontium—90 (Sr), yang dihasilkan oleh ledakan bom nuklir, masih dapat bertahan pada tingkat yang membahayakan sampai beberapa dekade, sedangkan plutonium—239 (Pu), yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga nuklir, masih membahayakan sampai ratusan atau ribuan tahun. Pencemar yang bersifat persisten harus dihindari dan tidak dibuang ke lingkungan atau dipantau sehingga tidak menumpuk/ terakumulasi pada tingkat yang membahayakan.

b. Bahan Pencemaran Lingkungan yang Tidak Terdegradasi (Nonbiodegradable)

Bahan pencemar yang tidak terdegradasi adalah senyawa yang tidak terpecah atau terdekomposisi melalui proses alami, contohnya merkuri dan timbal serta senyawanya, aluminium (Gambar di bawah), dan plastik. Sama halnya dengan pencemar yang terdegradasi secara lambat, pencemar yang tidak terdegradasi harus dihindari keberadaannya dalam lingkungan, baik di udara, air, maupun di tanah. Juga, harus dijaga agar selalu berada pada tingkat yang tidak membahayakan. [baca juga: pemanfaatan limbah]

limbah aluminium pada pembahasan pencemaran lingkungan
Kaleng-kaleng bekas minuman juga termasuk pencemar yang tidak terdegradasi

Pada saat ini, pencemaran berlangsung atau terjadi di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Beban pencemaran lingkungan makin berat dengan masuknya berbagai bahan kimia, termasuk logam berat, dari limbah industri.

3. Macam – Macam Pencemaran Lingkungan

Berbagai bahan pencemar telah memasuki lingkungan hidup manusia sehingga menyebabkan perubahan kualitas lingkungan. Menurut tempat terjadinya, pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu pencemaran air, udara, dan tanah. Adapun tingkat kebisingan yang mengganggu disebut pencemaran suara. Pencemaran atau polusi suara disebabkan, antara lain oleh suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, kereta api, mesin pabrik, dan radio yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran. Jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai ketiga macam pencemaran lingkungan tersebut, silahkan kunjungi link berikut:

  1. Pencemaran air
  2. Pencemaran Udara
  3. Pencemaran Tanah

4. Penanggulangan Pencemaran Lingkungan 

Penjelasan selengkapnya bisa dilihat di Penanggulangan Pencemaran Lingkungan.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *