Pengumpulan data

Untuk menguji hipotesis diperlukan Pengumpulan data. Berdasarkan sumbernya, data dapat dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh seorang peneliti langsung dari objeknya, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh seorang peneliti secara tidak langsung dari objeknya, tetapi melalui sumber lain, baik lisan maupun tertulis. Sebagai contoh, dalam penelitian mengenai pengaruh pemberian dosis vitamin C terhadap pertumbuhan anak ayam, diperoleh data primer berupa berat anak ayam, baik yang diberi dosis vitamin C maupun yang tidak, selama beberapa minggu. Data itu diperoleh setelah peneliti secara langsung mengukur berat anak ayam tersebut. Sementara itu, data sekunder dalam penelitian tersebut adalah data mengenai kondisi lingkungan atau jumlah makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak ayam, yang dapat diperoleh dari buku, hasil penelitian terdahulu, atau hasil wawancara dengan peternak ayam yang berpengalaman.

Percobaan atau eksperimen merupakan salah satu langkah dalam metode ilmiah yang berfungsi untuk mendapatkan data yang digunakan untuk membuktikan apakah hipotesis kita diterima atau ditolak. Dalam suatu percobaan, seorang peneliti berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain dengan kontrol yang ketat. Jadi, di sini peneliti memberikan perlakuan yang akan dilihat pengaruhnya terhadap objek percobaan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dan diperhatikan dalam melakukan percobaan, yaitu lokasi penelitian, alat dan bahan yang digunakan, metode kerja, unit percobaan, perlakuan, variabel, ulangan, dan pengamatan.

a. Lokasi Penelitian

Penelitian dapat dilakukan di dalam ruangan, misalnya laboratorium dan/atau di luar ruangan atau di lapangan, misalnya kebun, sawah, atau rumah kaca.

b. Alat dan Bahan yang Akan Digunakan

Dalam melakukan sebuah penelitian, yang perlu diperhatikan adalah apakah alat dan bahan yang akan kita gunakan telah sesuai dengan apa yang akan kita teliti.

c. Metode Kerja

Metode kerja merupakan langkah-langkah atau cara kerja yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian. Metode atau cara kerja meliputi persiapan bahan dan alat, pelaksanaan percobaan, serta cara pengamatan yang akan dilakukan.

d. Unit Percobaan

Unit percobaan adalah satuan/ tempat dilaksanakannya suatu perlakuan. Contoh unit percobaan adalah pot, polybag, petak sawah, akuarium, hewan, dan tanaman (Gambar di bawah).

contoh unit percobaan pada pembahasan Pengumpulan data

e. Perlakuan

Perlakuan adalah sesuatu yang ingin dilihat pengaruhnya. Sebagai contoh, pada penelitian dengan judul “Pengaruh Lama Perendaman terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau”, perlakuannya adalah perendaman.

Pada judul penelitian di atas, lama perendaman yang dilakukan dapat bermacam-macam, misalnya 1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam. Nilai-nilai tersebut merupakan taraf atau tingkatan perlakuan. Mengapa harus dibuat bermacam-macam perlakuan? Hal itu berguna untuk mengetahui apakah lama perendaman berpengaruh terhadap pertumbuhan biji kacang hijau tersebut. Sebagai pembanding, ada biji yang tidak direndam. Kelompok itu disebut kontrol. Fungsi kontrol adalah untuk membandingkan apakah perbedaan hasil pertumbuhan itu benar-benar dipengaruhi oleh lama perendaman atau oleh faktor lainnya.

f. Variabel

Variabel adalah suatu kondisi yang dikenakan dan dikontrol atau diamati perubahannya pada sekelompok objek penelitian. Variabel sering disebut juga peubah. Macam variabel dalam metode eksperimen antara lain variabel bebas, variabel terikat, dan variabel antara. Variabel bebas atau variabel penyebab adalah suatu kondisi yang dikenakan atau dikontrol sehingga menimbulkan efek (pengaruh) pada sekelompok objek penelitian. Kondisi yang dikenakan atau yang dikontrol ditentukan oleh peneliti. Variabel terikat atau variabel tergayut adalah kondisi/ fenomena yang muncul sebagai respons objek penelitian terhadap kondisi yang dikenakan atau dikontrol peneliti.

Variabel ini disebut juga variabel akibat atau variabel respons. Adapun variabel antara atau variabel kendali adalah variabel lain yang ikut berpengaruh terhadap hasil penelitian, tetapi dianggap tidak memiliki pengaruh utama.

Contoh:

  • Judul penelitian : pengaruh lama perendaman terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
  • Variabel bebas : lama perendaman
  • Variabel terikat : pertumbuhan biji kacang hijau
  • Variabel antara : suhu, kelembapan, dan cahaya

g. Ulangan

Pada dasarnya, penelitian adalah pengamatan terhadap sampel dari sebuah populasi. Oleh karena itu, dalam sebuah penelitian tidak boleh menggunakan objek tunggal. Misalnya, Anda akan meneliti pengaruh lama perendaman terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Dalam penelitian tersebut, tiap perlakuan tidak boleh hanya menggunakan satu biji kacang hijau karena jika biji tersebut tidak tumbuh, kita tidak akan memiliki data percobaannya. Banyaknya objek atau ulangan yang harus diambil untuk sebuah penelitian sangat bergantung pada sifat populasi dan tingkat akurasi yang diinginkan.

h. Pengamatan

Pengamatan merupakan kegiatan pengumpulan data yang digunakan untuk menguji hipotesis. Agar dapat diperoleh data kuantitatif, diperlukan alat bantu yang berfungsi untuk mengukur sehingga aktivitas itu disebut pengukuran. Alat ukur yang sering digunakan, antara lain timbangan atau neraca (Gambar di bawah bagian a), mistar, kertas pH, dan termometer. Untuk memperoleh data kualitatif, juga diperlukan alat bantu. Alat bantu yang diperlukan dalam pengumpulan data kualitatif, antara lain mikroskop (Gambar di bawah bagian b), kaca pembesar, kamera, atau kaset. Sebagai contoh, untuk mengamati objek yang sangat kecil, misalnya mikrooganisme, kita memerlukan mikroskop karena mata kita tidak akan dapat melihatnya dengan jelas.

neraca dan mikroskop pada pembahasan Pengumpulan data

Demikianlah tulisan mengenai pengumpulan data. Terima kasih.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *