Peran Bioteknologi dalam Bidang Pertanian dan Peternakan

Melalui teknik rekayasa genetik, peran bioteknologi dalam bidang pertanian dan peternakan telah memberikan keuntungan yang sangat besar bagi bidang pertanian dan peternakan. Di Amerika Serikat, sekitar 50% hasil panen kedelai dan 30% panen jagung berasal dari tanaman hasil rekayasa genetik yang resistan terhadap hama serangga.

Peran Bioteknologi dalam Bidang Pertanian

Teknik rekayasa genetik telah menghasilkan tanaman dan hewan dengan sifat-sifat yang diinginkan oleh manusia. Tanaman dan hewan yang telah mengalami rekayasa genetik untuk menghasilkan substansi yang bukan bagian dari metabolisme normalnya dinamakan transgenik. Sebagai contoh, saat ini telah dihasilkan tanaman tomat transgenik yang buahnya tidak cepat busuk sehingga memperpanjang umur penyimpanan. Dalam hal ini, para ahli menghambat kerja gen-gen yang menghasilkan enzim penyebab buah tomat cepat menjadi lunak dan kemudian membusuk.

Para ahli juga telah berhasil memasukkan gen cry dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) ke dalam sel tanaman jagung sehingga mampu menghasilkan racun yang dapat membunuh hama ulat. Gen cry merupakan gen pada bakteri Bt yang mengode pembentukan racun yang mampu membunuh ulat atau larva serangga lainnya. Gen itu dimasukkan ke dalam beberapa jenis tumbuhan dengan menggunakan vektor bakteri (Gambar di bawah). Gen itu juga dapat diwariskan ke tanaman keturunannya. Adanya tanaman jagung transgenik diharapkan dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetis yang mencemari lingkungan.

gen cry bacillus thuringiensis pada pembahasan Peran Bioteknologi dalam Bidang Pertanian dan Peternakan

Irigasi menyebabkan banyak tanah pertanian menjadi mengandung garam dan tidak produktif. Pemindahan gen untuk sifat toleran terhadap garam dari tanaman mangrove, misalnya, ke tanaman pangan dapat memulihkan produktivitas daerah tersebut.

Contoh lain rekayasa genetik pada tanaman adalah dimasukkannya gen-gen yang mengode pembentukan beta-karoten, yaitu suatu prekusor vitamin A, ke dalam tanaman padi sehingga tanaman padi itu mengandung vitamin A (golden rice). Hal itu bertujuan untuk mengurangi defisiensi vitamin A yang dapat menyebabkan kebutaan dan telah menyerang lebih dari 100 juta anak di seluruh dunia. Tentu saja hal itu bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan ketersediaan vitamin A, tetapi itu dapat memberikan suatu kontribusi yang sangat berarti.

Penerapan pupuk hayati atau biofertilizer dalam menyuburkan tanah pertanian juga merupakan contoh teknik rekayasa genetik dalam bidang pertanian. Saat ini telah banyak dibuat pupuk hayati berisi inokulum mikroba yang dapat menyuburkan tanah. Mikroba yang dapat dijadikan sebagai penyubur tanah ini, misalnya bakteri penambah nitrogen, bakteri pelarut fosfat, atau mikoriza. Dalam bioteknologi kehutanan, mikoriza telah diterapkan secara luas.

Teknik kultur jaringan juga merupakan salah satu bioteknologi yang digunakan dalam bidang pertanian untuk penyediaan benih unggul dalam jumlah banyak, seragam, dan dalam waktu yang singkat. Prinsip teknik kultur jaringan adalah menumbuhkan bagian jaringan tanaman yang disebut eksplan (misalnya, potongan daun, batang, akar, atau bunga) di dalam medium buatan (Gambar di bawah). Tiap sel yang terdapat pada potongan tersebut akan mampu tumbuh menjadi individu yang lengkap.

kultur jaringan pada pembahasan Peran Bioteknologi dalam Bidang Pertanian dan Peternakan

Peran Bioteknologi dalam Bidang Peternakan

Penerapan bioteknologi dalam bidang peternakan akan membantu mempercepat peningkatan kuantitas dan kualitas ternak. Misalnya, melalui teknik inseminasi buatan, transfer embrio, multiple ovulation, fertilisasi in-vitro, dan mikromanipulasi embrio. Yang termasuk dalam mikromanipulasi embrio, antara lain teknologi kloning, partenogenesis, transgenik, dan pembuatan khimera. Dengan teknologi tersebut, peningkatan kuantitas ternak dengan kualitas yang baik dapat dipercepat tanpa harus mendatangkan induk baru.

Dalam bidang perikanan, teknik rekayasa genetik dapat menghasilkan ikan yang dalam satu generasi berjenis kelamin betina semua. Beberapa jenis ikan yang berjenis kelamin betina memiliki pertumbuhan lebih cepat daripada ikan jantan sehingga cara ini lebih menguntungkan.

Demikianlah tulisan mengenai Peran Bioteknologi dalam Bidang Pertanian. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 2 Untuk kelas XI SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *