Perbandingan Teori Evolusi Darwin, Lamarck dan Weismann

Selain teori evolusi yang dikemukakan oleh Darwin, ada beberapa teori evolusi lainnya, di antaranya adalah teori evolusi yang dikemukakan oleh Jean Baptiste de Lamarck dan August Weismann. Berikut ini Perbandingan Teori Evolusi Darwin, Lamarck dan Weismann.

1. Perbandingan Teori Evolusi Darwin versus Teori Evolusi Lamarck

Menurut Darwin, evolusi berlangsung karena adanya seleksi alam. Hanya individu-individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan lingkungannya yang mampu bertahan hidup dan berkembang biak. Individu-individu yang tidak mampu beradaptasi akan mati sebelum dapat berkembang biak. Kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dapat diwariskan dari induk kepada keturunannya.

[Baca juga: Teori Evolusi Darwin]

Sebagai contoh, Darwin berpendapat panjangnya leher jerapah merupakan salah satu contoh seleksi alam. Pada awalnya, jerapah memiliki panjang leher yang bervariasi. Jerapah berleher panjang mampu menjangkau daun-daun yang ada di pucuk pohon untuk makanannya. Akibatnya, jerapah berleher panjang mampu hidup cukup lama untuk melakukan perkawinan. Jerapah berleher panjang yang kawin dengan sesama jerapah berleher panjang akan menurunkan sifat/ ciri tersebut kepada keturunannya.

Perbandingan Teori Evolusi Darwin dan LamarckJerapah berleher pendek akan kekurangan pangan karena tidak mampu mencapai daun-daun yang tinggi. Akibatnya, mereka mati atau terseleksi oleh alam sebelum mereka mampu melakukan perkawinan. Hal itu menyebabkan jumlah jerapah berleher pendek terus berkurang dan pada akhirnya hanya jerapah berleher panjang yang tersisa. Mereka itulah yang lolos seleksi alam karena cocok dengan keadaan lingkungannya.

Sementara itu, menurut Lamarck, evolusi terjadi saat suatu organisme menggunakan suatu organ tubuh secara terus-menerus sehingga organ tubuh tersebut mengalami perubahan (hukum “use and disuse” atau “yang digunakan dan yang tidak digunakan”). Bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan kuat. Sementara bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran. Perubahan sifat atau ciri-ciri yang diperoleh dari lingkungan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya.

[Baca jugaTeori – Teori Evolusi]

Lamarck menduga bahwa leher jerapah yang panjang merupakan akibat penarikan atau peregangan selama bertahun-tahun. Jerapah menarik lehernya untuk mencapai daun-daun pada pucuk pohon sehingga leher itu tumbuh memanjang. Perubahan bentuk tubuh itu selanjutnya diwariskan kepada keturunannya. Namun, seperti halnya Darwin, Lamarck juga percaya bahwa makhluk yang paling sesuai atau cocok yang akan bertahan hidup.

2. Perbandingan Teori Evolusi Darwin versus Teori Evolusi Weismann

August Weismann (1834-1914) adalah seorang biologiwan Jerman pendukung teori evolusi Darwin. Namun, tidak seperti Darwin, Weismann berpendapat bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen melalui sel-sel kelamin. Hal ini berarti bahwa evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetik.

Weismann berpendapat bahwa sifat leher panjang dan leher pendek pada jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan, sedangkan gen untuk leher pendek bersifat resesif. Oleh karena itu, jerapah berleher panjang merupakan keturunan yang bersifat homozigot dominan atau heterozigot. Sebaliknya, jerapah berleher pendek merupakan keturunan yang bersifat homozigot resesif. Jerapah berleher pendek yang homozigot resesif tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya sehingga akhirnya punah.

3. Perbandingan Teori Evolusi Lamarck versus Teori Evolusi Weismann

Lamarck berpendapat bahwa makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara menggunakan organ tubuhnya, kemudian sifat atau fungsi organ tersebut diwariskan kepada keturunannya. Berdasarkan teori tersebut, menurut Lamarck, nenek moyang rusa tidak bertanduk. Namun, karena sering mengadu kepala maka tanduk tumbuh di kepala rusa. Teori Lamarck tersebut ditentang oleh Weismann. Weismann berpendapat bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan kepada keturunannya. Weismann membuktikan teorinya dengan menggunakan tikus. Weismann mengawinkan dua ekor tikus yang masing-masing ekornya telah dipotong. Kemudian, anak-anak tikus yang sudah dewasa tersebut dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya tetap anak-anak tikus yang berekor. Weismann melakukan percobaan ini hingga 21 generasi tikus dan hasilnya tetap sama.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 3 Untuk kelas XII SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *