Perubahan Lingkungan : Penyebab dan Dampaknya

Masih ingatkah bagaimana keadaan lingkungan di sekitar Anda sewaktu masih kecil? Pernahkah Anda mendengar cerita dari orang tua mengenai keadaan lingkungan waktu mereka masih kecil? Apakah lingkungan Anda pada waktu yang lalu masih sama dengan lingkungan yang ada sekarang atau sudah berubah? Dapat dipastikan bahwa dari waktu ke waktu hampir semua lingkungan telah mengalami perubahan. Perubahan lingkungan memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup manusia dapat menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan lingkungan. Gangguan itu timbul karena sebagian komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya.

Apa yang menyebabkan Perubahan Lingkungan? Apa pula yang terjadi jika lingkungan berubah? Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh banyak hal yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu karena faktor kesengajaan manusia dan karena faktor alami. Baik perubahan lingkungan karena faktor manusia maupun karena faktor alam sama-sama menimbulkan dampak yang harus ditanggung manusia.

1. Perubahan Lingkungan karena Faktor Manusia

Aktivitas manusia untuk selalu memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraannya telah memberikan kontribusi bagi terjadinya berbagai perubahan lingkungan. Banyak sekali aktivitas atau kegiatan manusia yang dapat menyebabkan perubahan lingkungan, misalnya penebangan hutan, penambangan, pembangunan perumahan, dan penerapan intensifikasi pertanian. Sering kali, manusia tidak menyadari bahwa kegiatan-kegiatannya yang bermaksud baik dan tidak mengganggu lingkungan pada akhirnya dapat merusak lingkungan. Contohnya, penggunaan pupuk buatan dan penyemprotan pestisida untuk meningkatkan produksi pertanian pada akhirnya malah mencemari lingkungan.

a. Penebangan Hutan

Penebangan atau penggundulan hutan, apalagi yang dilakukan secara liar, akan merusak ekosistem hutan dan mengurangi fungsi hutan sebagai penahan dan penyimpan air serta pemelihara tanah (Gambar di bawah). Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadinya erosi tanah dan banjir di musim hujan, sedangkan di musim kemarau akan menyebabkan kekurangan air. Penebangan hutan memunculkan akibat lain, yaitu makin sempitnya habitat berbagai jenis satwa hutan seperti gajah, harimau, babi hutan, dan ular sehingga mereka mencari makanan ke permukiman manusia. Hal itu tentu saja mengganggu kehidupan manusia. Selain itu, musnahnya hutan juga menyebabkan hilangnya berbagai plasma nutfah yang sangat berharga.

penebangan hutan menyebabkan perubahan lingkungan
Penebangan hutan menimbulkan masalah yang kompleks

b. Penambangan Liar

Kegiatan penambangan, apalagi dilakukan secara liar, dapat menyebabkan rusaknya ekosistem asal, khususnya yang terletak di atas lokasi tambang. Penambangan biasanya menyisakan lubang-lubang bekas galian atau limbah (tailing). Perubahan topografi ini dapat menyebabkan banjir atau tanah longsor. Selain itu, lahan bekas tempat penambangan liar sering kali menjadi tandus dan tidak dapat ditanami karena lapisan humusnya terkikis serta terkadang mengandung zat-zat kimia yang berbahaya.

c. Pembangunan Perumahan

Makin banyaknya jumlah populasi manusia men untut tersedianya tempat tinggal yang makin banyak pula. Itu berarti makin banyak lahan yang digunakan untuk membangun perumahan. Sekarang ini di mana-mana dibangun perumahan baru. Tidak jarang, lahan yang dijadikan perumahan merupakan daerah-daerah subur yang seharusnya digunakan sebagai lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan. Dengan makin padatnya populasi manusia, lahan yang semula produktif menjadi makin langka. Tanah terbuka makin jarang karena banyak yang ditutup oleh aspal, semen beton, ataupun rumah. Jalan-jalan dan halaman di kampung banyak yang ditutup dengan semen sehingga air hujan sulit meresap ke dalam tanah. Jumlah pohon pun berkurang. Akibatnya, ketika musim hujan sering terjadi banjir dan pada siang hari udara menjadi sangat panas.

d. Penerapan Intensifikasi Pertanian

Penerapan intensifikasi pertanian memang diakui dapat meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memiliki dampak yang merugikan. Sebagai contoh, penggunaan pupuk dan pestisida yang tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

vegetasi alami belum mengalami perubahan alam
Vegetasi alami. Di lahan yang belum digarap, tumbuh bermacam-macam jenis tumbuhan.

Pembukaan lahan pertanian pada dasarnya menghilangkan banyak tumbuhan liar (Gambar di atas) dan menggantikannya dengan hanya suatu jenis tanaman, misalnya padi, gandum, atau jagung (Gambar di bawah). Penanaman satu jenis tanaman unggul tertentu dalam satu lahan, dikenal dengan nama pertanian monokultur, dapat mengurangi keanekaragaman makhluk hidup sehingga keseimbangan ekosistem menjadi sangat rentan atau tidak stabil. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya ledakan hama.

pertanian mono kultur membuat perubahan lingkungan
Pertanian mono kultur. Lahan ini hanya ditumbuhi oleh satu jenis tanaman, tanaman lainnya dihilangkan.

Tekanan yang berlebihan terhadap lahan, misalnya intensifikasi pertanian, penggembalaan berlebihan (overgrassing), penggundulan hutan, dan penambangan, dapat menyebabkan meluasnya lahan kritis. Dalam jangka panjang, lahan-lahan kritis dapat mengarah ke proses terbentuknya gurun (penggurunan atau desertification) .

2. Perubahan Lingkungan karena Faktor Alam

Lingkungan di bumi yang kita tempati ini sebenarnya selalu berubah. Pada awal pembentukannya, lingkungan di bumi sangat panas sehingga tidak ada satu pun bentuk kehidupan yang mampu hidup. Namun, dalam jangka waktu yang sangat lama dan secara berangsur-angsur lingkungan bumi berubah menjadi lingkungan yang memungkinkan adanya bentuk-bentuk kehidupan. [baca: teori asal usul kehidupan] Perubahan lingkungan itu terjadi karena adanya faktor-faktor alam. Beberapa faktor alam yang diketahui dapat mengubah lingkungan, antara lain bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, gelombang tsunami, tanah longsor, banjir, angin ribut, ataupun kebakaran hutan. Manusia tidak akan mampu mencegah faktorfaktor alam tersebut.

Bencana alam, seperti kebakaran hutan, selain menyebabkan kerusakan hutan dan mengganggu fungsi hutan, juga menyebabkan matinya berbagai organisme di hutan tersebut. Letusan gunung api menyebabkan kerusakan lingkungan atau bahkan memusnahkan ekosistem seperti yang terjadi pada waktu Gunung Krakatau meletus.

Dampak perubahan lingkungan dapat dirasakan baik secara lokal maupun global. Secara lokal, misalnya dampak pencemaran Kali Ciliwung mungkin hanya dirasakan oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, dampak penebangan ataupun pembakaran hutan tropis, yang menyebabkan perubahan iklim global, dirasakan oleh seluruh dunia. Anda tentu dapat memberikan contoh lainnya.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *