Protozoa (Protista Mirip Hewan) : Klasifikasi, Struktur, Reproduksi

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yang berarti “hewan pertama” (proto = pertama/ mula-mula, zoon = hewan). Organisme ini merupakan Protista dengan ciri-ciri hewan, yaitu mampu bergerak aktif (berpindah tempat) serta tidak memiliki dinding sel. Semua anggotanya berukuran mikroskopis dengan ukuran 5—100 um, meskipun beberapa jenis dapat mencapai panjang beberapa milimeter (mm).

Ilustrasi protozoa atau protista mirip hewan

A. Klasifikasi Protozoa

Protozoa adalah kelompok makhluk hidup heterotrofik tertua yang mengkonsumsi dan mengubah partikel makanan yang kompleks menjadi energi. Tubuh organisme ini terdiri atas hanya satu sel. Meskipun begitu, protista mirip hewan ini telah mampu melakukan berbagai aktivitas hidup, seperti bergerak, bereproduksi, transportasi zat, dan regulasi. Semua itu dilakukan oleh sel itu sendiri.

Beberapa ahli membagi Protozoa menjadi empat filum berdasarkan alat gerak yang dimilikinya, yaitu Sarcodina atau Rhizopoda, Mastigophora atau Flagellata, Ciliata atau Ciliophora, dan Sporozoa. (Silahkan kunjungi link tersebut untuk mendapatkan penjelasan yang lebih rinci, mohon maaf tidak disatukan disini supaya tidak terlalu panjang)

B. Struktur Protozoa

Struktur Protozoa berupa sel yang terbungkus oleh membran sel, tidak memiliki dinding sel, dan di dalam sitoplasmanya terdapat berbagai organel sel, seperti inti sel, mitokondria, ribosom, serta vakuola. Umumnya memiliki alat-alat tambahan di luar sel yang berfungsi untuk bergerak atau melakukan perlekatan pada substrat, misalnya silia (rambut getar) dan flagela (bulu cambuk).

C. Metabolisme Protozoa

Karena mereka begitu kecil, sehingga tidak memerlukan organel khusus, seperti sel-sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Bahkan, banyak dari mereka yang dapat hidup di air dengan konsentrasi oksigen yang rendah. Beberapa ciliata memiliki kemampuan khusus untuk beradaptasi dan hidup di dalam tubuh ganggang hijau. Dalam kondisi cahaya yang melimpah, ganggang ini mengubah karbon dioksida yang dihasilkan oleh Ciliata menjadi oksigen, sehingga menjamin pasokan oksigen yang melimpah bagi Ciliata tersebut. Di sisi lain, ada beberapa kelompok protozoa yang anaerobik dan tidak toleran terhadap air ber oksigen. Organisme ini sering hidup dalam sistem pencernaan hewan bersel banyak.

Protozoa menggunakan vakuola kontraktil untuk membuang kelebihan air dari sel-sel mereka. Jika fungsi vakuola kontraktil terganggu, sel membengkak sampai pecah. Hal yang sama juga akan terjadi pada protozoalaut ketika ditempatkan di air tawar; anggota protozoa yang hidup di laut tidak memiliki vakuola kontraktil.

D. Reproduksi Protozoa

Banyak protozoabereproduksi secara aseksual dan seksual selama masa hidup mereka. Reproduksi secara seksual dikendalikan secara internal ataupun karena pengaruh kondisi lingkungan yang keras.

Mayoritas organisme ini bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Namun, ada beberapa yang endosimbiosis (spesies yang hidup dalam organisme lain), dimana sel induk pecah menjadi sel-sel kecil yang kemudian mencari inang baru.

Reproduksi secara seksual lebih umum pada ciliata, tapi jarang pada Amoeba, dan tidak ada sama sekali pada flagelata. Ada tiga tipe dasar dari reproduksi secara seksual yaitu gametogami, autogami, dan konjugasi.

E. Ekologi

Di manakah kita dapat menemukanProtozoa? Umumnya organisme ini dapat dengan mudah dijumpai di tempat-tempat berair, seperti sawah, sungai, selokan, air laut, atau di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Diperkirakan lebih dari 64.000 spesies Protozoa telah dikenal, tetapi 32.000 spesies di antaranya telah berupa fosil. Sekitar 22.000 spesies hidup bebas dan 10.000 spesies merupakan parasit pada manusia atau hewan.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

http://eol.org/info/456

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *