Rangkuman Sistem Eksresi | Biologi SMA Kelas XI

Rangkuman Sistem Eksresi – Di dalam tubuh organisme selalu terjadi berbagai reaksi kimia yang disebut metabolisme. Reaksi-reaksi kimia metabolisme diperlukan untuk menjaga agar suatu organisme tetap hidup. Metabolisme menghasilkan berbagai senyawa biokimia yang diperlukan oleh tubuh untuk pertumbuhan ataupun untuk aktivitas sehari-hari. Di samping menghasilkan berbagai senyawa yang bermanfaat bagi tubuh, metabolisme juga menghasilkan senyawa-senyawa kimia lain yang merupakan sisa-sisa metabolisme. Sisa-sisa metabolisme itu tidak dapat digunakan lagi dan sebagian merupakan racun jika terakumulasi di dalam tubuh organisme sehingga harus dikeluarkan atau dibuang dari dalam tubuh.

Proses pembuangan atau pengeluaran senyawa-senyawa tersebut dinamakan ekskresi. Dengan demikian, ekskresi dapat diartikan sebagai proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Dalam proses tersebut, juga ikut dibuang bahan-bahan metabolit yang berlebihan. Sebagai prasyarat untuk mempelajari sistem ekskresi ini adalah Anda harus sudah mempelajari dan memahami hal-hal tentang sel, jaringan, sistem peredaran darah, serta sistem respirasi.

Pembahasan mengenai sistem ekskresi ini cukup panjang. Untuk mempermudahnya, berikut disusun rangkuman sistem ekskresi yang sangat singkat. Disertakan pula link menuju halaman yang berisi penjelasan lebih rinci untuk pembaca yang ingin membaca lebih lanjut.

Rangkuman Sistem Eksresi

Rangkuman Sistem eksresi

  1. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat metabolisme yang sudah tidak dipakai lagi oleh tubuh, misalnya karbon dioksida, amonia, air, zat warna empedu, dan asam urat.
  2. Alat ekskresi yang terdapat pada manusia meliputi ginjal (ren), paru-paru (pulmo), kulit (dermis), dan hati (hepar). [Selengkapnya di: sistem ekskresi pada manusia]
  3. Ginjal berfungsi untuk mengekskresi sisa-sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, misalnya amonia, urea, dan asam urat. [Selengkapnya di: ginjal]
  4. Struktur ginjal tersusun atas bagian korteks (bagian luar), medula (sumsum ginjal), dan pelvis renalis (rongga ginjal). Nefron adalah satuan struktural dan fungsional terkecil ginjal.
  5. Hasil ekskresi ginjal adalah urine. Ada tiga tahap pembentukan urine, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.  [Selengkapnya di: proses pembentukan urine]
  6. Proses pembakaran zat-zat makanan di seluruh jaringan tubuh akan menghasilkan sisa-sisa metabolisme yang berupa karbon dioksida dan air yang harus dibuang melalui paru-paru.
  7. Hati menghasilkan cairan empedu (bilus) yang merupakan hasil perombakan hemoglobin sel-sel darah merah yang telah usang.
  8. Di dalam kulit terdapat kelenjar keringat (glandula sudorifera) yang mampu mengeluarkan keringat. Keringat mengandung sisa-sisa metabolisme, seperti air, kelebihan garam, dan sedikit urea. [Selengkapnya di: kulit]
  9. Sistem ekskresi dapat mengalami berbagai gangguan atau kelainan, baik karena infeksi bakteri maupun karena gangguan fisiologis. Berbagai gangguan atau kelainan itu, antara lain albuminuria, anuria, batu ginjal, diabetes insipidus, diabetes mellitus, nefritis, sistitis, dan uretritis. [Selengkapnya di: gangguan sistem ekskresi]
  10. Sistem ekskresi pada serangga pada umumnya tersusun atas alat-alat ekskresi yang masih sederhana, yaitu pembuluh Malpighi. [Selengkapnya di: sistem ekskresi pada hewan]
  11. Sistem ekskresi pada ikan tersusun atas organ ginjal, insang, kulit, dan anus. Selain sebagai alat ekskresi, ginjal juga berfungsi sebagai osmoregulator, yaitu organ untuk memelihara keseimbangan garam cairan tubuh suatu organisme (osmoregulasi).

Demikian tulisan mengenai Rangkuman Sistem Eksresi. Terima kasih.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 2 Untuk kelas XI SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *