Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Apakah yang dimaksud dengan ekosistem? Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan hubungan timbal balik yang kompleks antara makhluk hidup dan lingkungannya, baik lingkungan hidup maupun tak hidup. Dalam ekologi, ekosistem merupakan satuan fungsional dasar. Ekosistem itu sendiri tersusun atas satuan-satuan makhluk hidup. Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem tersebut yaitu individu, populasi, komunitas, dan bioma.

Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem  

A. Individu

Kata individu berasal dari bahasa Latin in yang berarti tidak dan dividuus yang berarti dapat dibagi. Dalam ekologi, individu adalah makhluk hidup tunggal (yang tidak dapat dibagi-bagi). Seorang manusia, sebatang pohon kelapa, seekor kucing, dan seekor belalang merupakan individu. Demikian pula dengan tiap-tiap ekor sapi dalam sekawanan sapi, seekor ikan dalam kelompoknya, dan tiap-tiap pohon karet dalam suatu perkebunan. Namun, apakah tiap-tiap tanaman jahe dari serumpun jahe juga dapat disebut individu (Gambar di bawah)?

tanaman jahe pada pembahasan Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Dari atas tanah, serumpun jahe itu terlihat terdiri atas beberapa tanaman jahe. Akan tetapi, kalau rumpun jahe itu kita gali, ternyata tanaman jahe itu dihubungkan menjadi satu oleh rizom yang terletak di dalam tanah. Jika rizom itu kita putuskan, tiap-tiap bagian atau tanaman jahe dapat tumbuh sendiri.

C. Populasi

Satu atau lebih individu suatu spesies yang hidup di suatu tempat disebut populasi (Latin: populus = rakyat, penduduk) (gambar di bawah). Misalnya, di dalam ekosistem sawah terdapat populasi tanaman padi, populasi rumput, populasi ulat, populasi wereng, dan populasi burung pipit. Pertumbuhan suatu populasi (satuan makhluk hidup dalam ekosistem) ditentukan oleh daya biak populasi yang bersangkutan. Makin besar daya biak suatu spesies, makin besar populasinya. Anggota populasi selalu mengalami fluktuasi (perubahan naik turun) sehingga populasi merupakan kelompok yang dinamis. Fluktuasi itu dinamakan dinamika populasi. Dinamika populasi tersebut dapat disebabkan oleh natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi (kedatangan individu-individu baru ke dalam batas-batas tempat populasi), dan emigrasi (kepergian individu-individu ke luar batas-batas tempat populasi).

individu, populasi, komunitas, dan ekosistem (Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem)

C. Komunitas

Seluruh komponen biotik [silahkan baca: Komponen Ekosistem : Komponen Abiotik dan Komponen Biotik] suatu ekosistem dinamakan komunitas (Gambar di atas). Dengan demikian, suatu komunitas tersusun atas semua populasi yang ada di dalam ekosistem yang bersangkutan. Sebagai contoh, dalam suatu ekosistem hutan, komunitas pohon beranggotakan semua populasi berupa berbagai jenis pohon dan komunitas burung beranggotakan semua populasi berupa berbagai jenis burung. Dengan kata lain, interaksi antarpopulasi membentuk suatu komunitas.

Dalam setiap komunitas (satuan makhluk hidup dalam ekosistem), suatu individu selalu dikelilingi oleh berbagai makhluk hidup, yaitu makhluk hidup dari spesiesnya sendiri dan makhluk hidup dari bermacam-macam spesies lain. Interaksi antarspesies dalam suatu komunitas dapat memberi pengaruh besar terhadap spesies yang membentuk komunitas itu.

Secara umum, komunitas (satuan makhluk hidup dalam ekosistem) di alam dibagi menjadi komunitas akuatik (perairan) dan komunitas terestrial (daratan). Berbagai kelompok makhluk hidup yang terdapat di lautan, di danau, di sungai, di parit, dan di kolam merupakan contoh-contoh komunitas akuatik. Sementara itu, berbagai kelompok makhluk hidup yang ada di hutan, di padang rumput, dan di padang pasir adalah contoh-contoh komunitas terestrial.

D. Ekosistem

Komunitas makhluk hidup di tempat tinggal alaminya ditambah faktor-faktor abiotik (tak hidup) lingkungan (misalnya, udara, air, tanah, dan cahaya) membentuk suatu ekosistem (Gambar di atas sebelumnya). Suatu danau adalah sebuah ekosistem yang terdiri atas komunitas bermacam-macam hewan dan tumbuhan danau, air, mineral-mineral, oksigen terlarut, tanah, dan cahaya. Selain ekosistem danau, juga ada ekosistem sawah, ekosistem sungai, ekosistem laut, ekosistem kolam, dan ekosistem hutan hujan tropis. Setiap ekosistem (satuan makhluk hidup dalam ekosistem) tersebut memiliki karakter tersendiri.

E. Bioma

Beberapa ekosistem daratan yang memiliki struktur dan kenampakan vegetasi yang sama, memiliki sifat-sifat lingkungan yang sama, dan memiliki karakteristik komunitas hewan yang sama pula membentuk suatu bioma. Beberapa bioma (satuan makhluk hidup dalam ekosistem) yang ada di dunia, antara lain bioma hutan hujan tropis, bioma tundra, bioma taiga, bioma savana, dan bioma gurun (Gambar di bawah). Gabungan semua bioma yang ada di muka bumi ini membentuk sebuah biosfer. Dengan kata lain, seluruh permukaan bumi dan segala makhluk hidup yang ada di dalamnya disebut biosfer. Biosfer juga dapat dipandang sebagai ekosistem raksasa.

bioma, pada pembahasan Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme, menghuni suatu lingkungan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling makhluk hidup dan berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup tersebut. Semua kebutuhan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang biak suatu makhluk hidup diperoleh dari lingkungannya. Agar dapat memperoleh semua itu, setiap makhluk hidup harus memiliki lingkungan yang sesuai. Sebagai contoh, seekor sapi tumbuh, memperoleh makanan, dan berkembang biak di lingkungan darat. Apakah sapi dapat makan, tumbuh, dan berkembang biak di lingkungan air? Demikian pula halnya dengan ikan. Apakah ikan dapat makan, tumbuh, dan berkembang biak di lingkungan darat?

Setiap makhluk hidup harus hidup dan tinggal di lingkungan alaminya atau lingkungan yang dapat memenuhi seluruh persyaratan hidup makhluk hidup tersebut. Lingkungan tertentu tempat suatu makhluk hidup tumbuh dan hidup secara alami dinamakan habitat (Latin: habitare = bertempat tinggal). Setiap jenis makhluk hidup memiliki habitat yang berbeda, contohnya habitat cacing pita adalah usus hewan Mammalia [silahkan baca: cacing pipih/ platyhelminthes], habitat belut adalah tanah persawahan, dan habitat pohon bakau adalah daerah pasang surut tropis. Untuk lebih mudahnya, kita dapat menyamakan habitat dengan “alamat” suatu makhluk hidup. Istilah habitat juga digunakan untuk menunjukkan tempat hidup dan tumbuh sekelompok organisme dari berbagai jenis yang membentuk suatu komunitas, misalnya habitat padang rumput dan habitat hutan mangrove.

Charles Elton, pada pembahasan Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem Dalam ekosistem ataupun lingkungan tempat hidupnya, setiap jenis makhluk hidup memiliki kedudukan, peran, atau fungsi yang spesifik sesuai dengan habitatnya. Kekhususan kedudukan, peran, atau fungsi itu dinamakan nisia (niche) atau relung. Jika habitat disamakan dengan “alamat”, nisia dapat disamakan dengan cara hidup, “profesi”, atau “pekerjaan” suatu jenis makhluk hidup. Istilah nisia pertama kali digunakan dalam pengertian status fungsional suatu organisme dalam komunitas tertentu” oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Charles Elton (1927) (Gambar di samping).

Suatu jenis makhluk hidup yang sama sering kali menempati nisia yang berbeda jika berada di lingkungan yang berbeda, bergantung pada organisasi komunitas setempat. Dalam suatu kelompok taksonomi yang sama, jenis-jenis makhluk hidup itu tidak akan pernah menempati nisia yang sama jika berada dalam habitat yang sama. Misalnya, tiap jenis burung pengicau memiliki nisia berbeda di pohon cemara habitatnya. Dengan mencari makan di tempat berbeda dipohon tersebut, burung-burung tersebut mencegah terjadinya kompetisi antarsesama burung dalam hal mendapatkan makanan.

Apa yang akan terjadi jika dua jenis burung pengicau mencoba menempati nisia yang sama? Hal serupa juga teriadi pada makhluk hidup yang mengalami beberapa tahap perkembangan (metamorfosis). Dalam setiap tahap perkembangan tersebut, suatu makhluk hidup menempati nisia yang berbeda. Sebagai contoh, jentik-jentik nyamuk memiliki habitat ,dan nisia yang berbeda dari nyamuk dewasa.

Jika dalam suatu habitat ada dua jenis atau lebih makhluk hidup yang memiliki nisia yang sama maka akan terjadi kompetisi di antara makhluk-makhluk hidup tersebut. Jenis yang lebih mampu beradaptasi dan mengambil keuntungan dari lingkungan tersebut akan mampu bertahan (survive), sedangkan yang tidak mampu beradaptasi dengan baik dan mengambil keuntungan akan kalah. Jenis yang kalah kalau tetap bertahan pada nisia tersebut kemungkinan besar akan mati atau punah. Agar dapat mempertahankan jenisnya dari kepunahan, jenis tersebut harus pindah ke habitat lain yang tingkat kompetisinya lebih rendah. Nisia suatu jenis makhluk hidup merupakan akibat dari adaptasi struktural, fisiologi, dan perilaku spesifik makhluk hidup itu.

Demikian tulisan Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem . Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *