Sistem Pernapasan pada Burung : Alat dan Mekanismenya

Sama halnya dengan manusia, semua jenis hewan melakukan proses kimiawi yang dinamakan respirasi atau pernapasan untuk memperoleh energi dari makanannya. Contohnya burung. Burung merupakan hewan aktif dengan suhu tubuh yang tinggi (40- 45oC) dan konstan serta laju metabolisme yang tinggi. Untuk mempertahankan semua itu, burung memerlukan suatu sistem pertukaran gas yang efisien (sistem pernapasan). Pembahasan mengenai sistem pernapasan pada burung berikut ini meliputi: alat pernapasan pada burung dan mekanisme pernapasan pada burung.

1. Alat-Alat Pernapasan pada Burung

alat pernapasan pada burung

Sistem pernapasan pada burung merupakan suatu sistem unik yang terdiri atas lubang hidung, faring, trakea, bronkus, paru-paru, dan pundi-pundi udara (sakus pneumatikus). Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga dada. Pada burung, udara pernapasan masuk melalui lubang hidung yang kemudian diteruskan ke faring, lalu ke trakea. Seperti trakea pada manusia, trakea burung berupa pipa yang tersusun atas tulang-tulang rawan berbentuk cincin. Trakea tersebut bercabang dua menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Di bagian ujung trakea, yaitu di daerah percabangan bronkus, terdapat siring. Di dalam siring terdapat selaput yang dapat bergetar untuk menghasilkan suara.

Pundi-pundi udara merupakan perluasan paru-paru sehingga masih berhubungan dengan paru-paru. Perlu diketahui bahwa di dalam pundi-pundi udara tidak terjadi pertukaran gas pernapasan karena alat itu hanya berfungsi sebagai alat bantu pernapasan, yaitu sebagai penyimpan cadangan oksigen, terutama pada saat burung terbang.

Fungsi lain pundi-pundi udara adalah sebagai pengatur suhu tubuh, pendingin gonad, penghasil suara, dan sebagai alat untuk memperingan berat tubuh burung pada saat terbang. Karena fungsi utama pundi-pundi udara adalah sebagai alat bantu pernapasan burung pada saat terbang, pundi-pundi udara hanya dimiliki oleh burung yang dapat terbang.

Pada umumnya burung memiliki 9 buah pundi-pundi udara, yaitu

  • 2 buah sakus servikalis di daerah leher,
  • 1 buah sakus interklavikularis di daerah klavikula,
  • 2 buah sakus torakalis anterior di daerah dada belakang, dan
  • 2 buah sakus abdominalis di daerah perut.

Kesembilan pundi-pundi udara itu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pundi-pundi udara anterior dan pundi-pundi udara posterior (lihat Gambar di atas/ gambar sebelumnya).

Pundi-pundi udara anterior terdiri atas sakus servikalis, sakus interklavikularis, dan sakus torakalis anterior. Adapun kelompok kedua ialah pundi-pundi udara posterior, terdiri atas sakus torakalis posterior dan sakus abdominalis. Paru-paru burung tersusun atas pembuluh-pembuluh vaskuler yang terbuka di kedua ujungnya. Di situlah udara bertukar (dengan aliran satu arah) dari pundi-pundi udara ke luar (perhatikan Gambar di bawah).

mekanisme pernapasan pada burung

2. Mekanisme Pernapasan pada Burung

Bagaimana mekanisme keluar masuknya udara pernapasan pada burung? Pada saat inspirasi, kontraksi otot-otot antartulang rusuk menyebabkan rongga dada membesar sehingga tekanan udara di dalam dada berkurang dan udara luar yang kaya akan oksigen masuk ke paru-paru. Udara pernapasan yang masuk sebagian tinggal di paru-paru dan sebagian lagi diteruskan ke pundi-pundi udara posterior untuk disimpan sebagai cadangan udara. Udara pada pundi-pundi udara akan digunakan jika udara di paru-paru berkurang, khususnya saat burung sedang terbang. Selama proses inspirasi, semua pundi-pundi udara terisi udara, pundi-pundi udara posterior dengan udara segar dan pundi-pundi udara anterior dengan udara dari paru-paru.

Pada saat ekspirasi, otot-otot antartulang rusuk mengalami relaksasi sehingga rongga dada mengecil dan tekanannya membesar. Akibatnya, udara dari paru-paru yang kaya akan karbon dioksida terdesak keluar. Bersamaan dengan itu, udara dari pundi-pundi udara posterior masuk ke paru-paru melalui bronkus dan terjadi difusi oksigen di dalam paru-paru. Dengan demikian, pernapasan pada burung lebih efisien karena difusi oksigen di paru-paru terjadi baik pada saat inspirasi maupun saat ekspirasi. Selain itu, tidak ada udara sisa yang tertinggal di dalam pembuluh paru-paru. Pertukaran udara pada burung terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi otot-otot antar tulang rusuk dan otot-otot abdominal. Pada saat terbang, kontraksi otot pektoral meningkatkan pertukaran udara.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *