Struktur Tubuh Virus : Inti, Kapsid, Sampul [Virus Biologi]

Apakah virus itu? Virus adalah suatu partikel yang sangat kecil (ultramikroskopis). Hanya virus terbesar yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Sebagian besar virus berukuran lebih kecil daripada bakteri. Satu partikel virus, kecuali virus cacar air, berdiameter kurang dari 0,25 mikrometer (pm) dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Meskipun begitu, pertumbuhan virus dalam sitoplasma sel yang terinfeksi dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. Bagaimana Struktur tubuh Virus tersebut?

Dengan ditemukannya mikroskop elektron pada akhir dasawarsa 1930-an, penelitian mengenai struktur tubuh virus menjadi lebih mudah. Struktur tubuh virus sangat sederhana. Sebuah partikel virus (virion), terdiri atas inti, selubung protein, dan “sampul”.

Struktur tubuh Virus

struktur tubuh virus
Gambar. Struktur tubuh bakteriofag, adenovirus, dan HIV retrovirus. Struktur tubuh virus berbeda tergantung jenisnya.

1. Inti 

Inti virus tersusun atas satu jenis asam nukleat. Beberapa jenis virus menggunakan asam deoksiribonukleat (DNA) sebagai bahan genetiknya, tetapi sebagian besar jenis virus menggunakan asam ribonukleat (RNA). Tidak ada jenis virus yang menggunakan dua macam asam nukleat sekaligus. Virus yang berinti DNA disebut virus DNA, sedangkan virus yang berinti RNA disebut virus RNA. Polimer asam nukleat tersebut mengandung sekitar 4-7 gen untuk virus kecil dan sekitar 150-200 gen untuk virus besar. Asam nukleat tersebut bersifat khas dan merupakan salah satu dasar pengelompokan (klasifikasi) virus. Berdasarkan jenis asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua, yaitu virus DNA dan virus RNA.

a. Virus DNA

Sesuai dengan namanya, virus ini memiliki asam nukleat DNA. Berikut ini adalah beberapa nama famili virus DNA beserta contohnya.

  1. Myoviridae, contohnya fag T4 (virus pada bakteri);
  2. Herpesviridae, contohnya Simplexvirus (virus herpes) dan Cytomegalovirus, keduanya virus pada manusia;
  3. Circoviridae, contohnya Chicken anemia virus (virus anemia pada ayam);
  4. Hepadnaviridae, contohnya Orthohepadnavirus (virus hepatitis B pada manusia).

b. Virus RNA

Kelompok virus ini berbahan genetik RNA. Berikut ini adalah beberapa nama famili virus RNA beserta contohnya.

  1. Retroviridae, contohnya HIV (human immunodeficiency virus);
  2. Paramyxoviridae, contohnya Morbilivirus (virus campak pada manusia);
  3. Rhabdoviridae, contohnya Lyssavirus (virus rabies pada Vertebrata);
  4. Orthomyxoviridae, contohnya Orthomyxovirus (virus influenza pada manusia);
  5. Arenaviridae, contohnya Arenavirus (virus meningitis pada manusia);
  6. Picornaviridae, contohnya Enterovirus (virus polio), Hepatovirus (virus hepatitis A), dan Aphtovirus (virus penyakit kuku dan mulut);
  7. Coronaviridae, contohnya Coronavirus (virus flu burung);
  8. Togaviridae, contohnya Rubivirus (virus rubela pada manusia) dan Tobamovirus (virus mosaik pada tanaman tembakau).

2. Selubung Protein (Kapsid)

Selubung protein (kapsid) adalah selubung yang membungkus asam nukleat (DNA atau RNA) sehingga disebut juga nukleokapsid. Kapsid tersusun atas subunit-subunit protein yang disebut kapsomer, sebagai contoh virus herpes tersusun atas 162 kapsomer. Kapsid ada yang berbentuk ikosahedral, heliks, atau bentuk lainnya. Kapsid memiliki tiga fungsi, yaitu

  • membungkus dan melindungi asam nukleat agar tidak tercerna oleh enzim,
  • memberikan tempat perlekatan yang memungkinkan virion dapat melekat pada sel inang, dan
  • memberi bentuk pada virion.

3. Sampul 

Sampul adalah membran lipid (lemak) yang mengelilingi kapsid. Sampul ditemukan hanya pada beberapa virus, contohnya virus influenza. Virus tipe ini disebut virus “bersampul” sebagai kebalikan dari virus telanjang. Sampul tersebut tersusun atas dua lapis lemak yang diselingi molekul protein (lipoprotein bilayer) dan mengandung bahan-bahan dari membran sel inang.

Virus memiliki bentuk dan ukuran yang tetap. Bentuk sebuah virus ditentukan oleh organisasi subunit-subunit protein (kapsomer) Yang menyusun kapsid. Kapsid virus umumnya berbentuk heliks, polihedral, atau kombinasi heliks dan polihedral (Gambar di bawah). Virus heliks, contohnya Virus mosaik tembakau (TMV) berbentuk batang atau benang. Kapsidnya berupa silinder berlubang yang membungkus atau mengelilingi asam nukleat. Sementara itu, Virus polihedral berbentuk sferikal, contohnya virus influenza yang memiliki sampul. Virus polihedral lainnya adalah adenovirus. Adenovirus memiliki suatu kapsid polihedral yang berbeda karena dilengkapi dengan “paku” protein. Paku-paku protein itu merupakan protein pelengkap atau protein pengait yang diperlukan oleh virus untuk melekat pada sel inangnya sebelum virus dapat masuk ke sel tersebut. Paku-paku itu tersusun atas glikoprotein. Paku protein terdapat di permukaan virus sehingga memungkinkan virus untuk berhubungan langsung dengan tempat reseptor pada sel inang sasarannya. Jadi, paku protein berfungsi untuk menyambung virus dengan reseptor sel inang.

macam-macam bentuk virus dan struktur tubuh virus

Partikel Virus tidak memiliki sitoplasma, dinding sel, atau organela sel yang lain. Dengan demikian, Virus tidak dapat disebut sel. Virus juga tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk melakukan reaksi kimia atau metabolisme untuk kehidupannya. Sebenarnya, virus memiliki satu atau dua enzim, terapi enzim tersebut digunakan hanya untuk menerjemahkan perintah-perintah genetik. Oleh karena itu, virus harus memiliki sel inang (sel bakteri, sel tumbuhan, atau sel hewan) untuk memperoleh energi dan untuk berkembang biak. Di luar sel-sel inang, virus tidak dapat hidup sehingga virus disebut parasit intraseluler obligat. Untuk alasan itulah, virus berada di garis antara makhluk hidup dan benda mati. Sifat virus yang seperti benda mati adalah dapat dikristalkan. Selama berkembang biak di dalam sel-sel inang, virus dapat menyebabkan penyakit. Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat dihambat atau disembuhkan oleh antibiotik.

Contoh virus yang struktur tubuhnya telah diketahui adalah virus T. Virus ini menyerang bakteri sehingga disebut bakteriofag atau sering disebut fag saja. Bakteriofag merupakan virus dengan struktur yang kompleks. Tubuhnya terdiri atas bagian kepala, leher, ekor, piringan dasar, dan serabut ekor (Gambar di atas, bagian bakteriofag). Suatu partikel fag memiliki kepala yang berbentuk bola, elips, atau polihedral. Bahan genetik terletak di dalam kepala dan ekor virus. Kepala, ekor, dan serabut ekor tersusun atas protein. Serabut ekor berfungsi untuk mengarahkan virus agar dapat dengan tepat melekat pada reseptor saat menginfeksi sel inang.

Demikianlah tulisan mengenai struktur tubuh virus. Terima kasih.

[Silahkan baca juga: sejarah penemuan virus]

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *