Teori Evolusi Darwin (Charles Darwin ,1809-1882)

Teori Evolusi Darwin – Walaupun bukan yang menemukan atau menciptakan teori evolusi, Charles Darwin -lah yang melakukan penelitian penting untuk meyakinkan bahwa evolusi benar terjadi dan kemudian membuat pendapat itu dapat diterima oleh ahli-ahli sains dan masyarakat umum. Sehingga Teori Evolusi Darwin lah teori evolusi yang paling terkenal.

Charles Darwin, Teori Evolusi DarwinCharles Darwin adalah anak seorang dokter Inggris dari kalangan kelas menengah. Dia diharapkan menjadi seorang dokter seperti ayahnya, tetapi tidak berhasil. Ketika berumur 22 tahun (1831), Darwin ikut dalam pelayaran keliling dunia bersama kapal HMS Beagle. Tujuan pelayaran itu adalah untuk menyelidiki pantai-pantai Amerika Selatan dan beberapa kepulauan Pasifik. Pelayaran tersebut dimulai pada tanggal 27 Desember 1831.

Setelah berlayar selama tiga tahun, Darwin dan kapal Beagle tiba ke Kepulauan Galapagos yang terletak di Samudra Pasifik, di sebelah barat Ekuador, Amerika Selatan. Kepulauan Galapagos terdiri atas beberapa pulau dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Di sana terdapat spesies-spesies yang tidak ditemukan di tempat-tempat lain di bumi. Meskipun begitu, spesies-spesies itu mirip dengan spesies-spesies yang ada di Amerika Selatan.

Darwin mempelajari kehidupan liar yang ada pada tiap pulau di Kepulauan Galapagos dan menemukan beberapa perbedaan burung finch (sejenis burung pipit). Ada 13 spesies burung finch di Kepulauan Galapagos yang berhasil diidentifikasi oleh Darwin. Ketiga belas spesies burung finch itu memiliki banyak kemiripan dengan satu spesies burung finch yang ada di daratan Amerika Selatan, sekitar 1.000 mil ke timur dari Kepulauan Galapagos. Darwin mengamati bahwa 13 spesies burung finch yang ada di Kepulauan Galapagos berbeda dalam hal bentuk paruh (Gambar di bawah).

Variasi burung finch, dalam pembahasan Teori Evolusi Darwin

Menurut Darwin, keanekaragaman bentuk paruh itu berhubungan dengan perbedaan makanan. Darwin berkesimpulan bahwa ketiga belas spesies burung finch itu berasal (berevolusi) dari satu spesies moyang burung finch yang ada di daratan Amerika Selatan yang menyebar ke Kepulauan Galapagos dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada di sana. Proses evolusi beberapa spesies burung finch dari satu spesies moyang burung finch dikenal sebagai radiasi adaptif. Setelah beberapa generasi, burung-burung finch iłu berubah secara anatomi yang memungkinkan mereka mendapat cukup makanan dan bertahan hidup untuk bereproduksi.

Selain burung finch, Darwin juga menemukan berbagai kura-kura, kadal, kerang, serangga, dan beberapa macam tumbuhan. Pada saat iłu, Darwin belum mengetahui arti penting penemuan-penemuannya. Namun, setelah 22 tahun kemudian ia mengembangkan teori evolusi dengan menggunakan penemuan-penemuannya tersebut.

Saat kembali ke Inggris, Darwin membaca sebuah artikel berjudul An Essay on the Principles of Population yang ditulis oleh nomas Robert Maltus (1766-1834) pada tahun 1798. Dałam artikel iłu, Malthus menulis bahwa laju pertambahan populasi manusia cenderung lebih cepat daripada laju pertambahan produksi bahan pangan. Populasi manusia bertambah menurut deret ukur (2, 4, 8, 16, …), sedangkan produksi bahan pangan bertambah menurut deret hitung (1, 2, 3, 4, …). Akibatnya, akan terjadi persaingan atau kompetisi untuk memperoleh bahan pangan. Malthus menduga jumlah penduduk dikendalikan oleh kelaparan, penyakit, dan peperangan. Oleh Darwin, prinsip-prinsip tersebut diterapkan pada populasi hewan dan tumbuhan. Berdasarkan artikel Malthus, Darwin berpendapat bahwa agar dapat bertahan hidup, suatu individu harus berjuang dan akibatnya akan terjadi kompetisi.

Pada tahun 1837, yaitu setahun setelah kembali dari berlayar bersama kapal Beagle, Darwin membuat catatan rinci tentang evolusi (ia menyebutnya “transmutasi”) dan membuat naskah pertama tentang teorinya pada tahun 1842.

Alfred Russel Wallace, dalam pembahasan Teori Evolusi DarwinKeinginan untuk menerbitkan naskah tersebut muncul setelah pada tahun 1858 ia mendapat kiriman naskah yang berisi hipotesis yang sama mengenai evolusi, yaitu evolusi terjadi melalui seleksi alam, dari Alfred Russel Wallace (1823—1913). Pada tahun itu juga Darwin bersama Wallace menerbitkan suatu karya tulis mengenai seleksi alam yang merupakan faktor utama penyebab perubahan secara evolusi. Setahun kemudian, yaitu tahun 1859, Darwin menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection atau lebih dikenal dengan The Origin of Species.

Teori Darwin tentang evolusi yang disebabkan oleh seleksi alam dibuat berdasarkan hasil observasi sebagai berikut.

a. Lebih banyak keturunan yang dihasilkan daripada yang benar-benar mampu bertahan hidup.

b. Dalam suatu spesies tidak ada individu-individu yang identik (sama) karena selalu terjadi variasi dan beberapa individu memiliki sifat-sifat yang cocok dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan individu lainnya.

Dari hasil observasi tersebut, Darwin mengambil simpulan sebagai berikut.

  • Terdapat persaingan atau kompetisi di antara organisme-organisme untuk mendapatkan bahan pangan, ruang, dan pasangan, dengan kata lain terdapat perjuangan untuk tetap ada (eksis).
  • Individu-individu yang mampu beradaptasi lebih baik mampu hidup lebih lama dan menghasilkan lebih banyak keturunan dibandingkan yang tidak.
  • Kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang biak dapat diwariskan dari orang tua kepada keturunannya.
  • Individu yang kurang mampu beradaptasi akan mati sebelum mampu berkembang biak. Dalam populasi, jumlah individu dengan sifat-sifat kurang menguntungkan akan berkurang.
  • Perubahan alam yang tiba-tiba disebut seleksi alam.
  • Terjadinya perubahan pada individu suatu spesies karena proses adaptasi.
  • Seiring berlalunya waktu akan timbul spesies baru.

Empat pokok pikiran Darwin (Teori Evolusi Darwin) yang terdapat dalam buku The Origin of Species adalah sebagai berikut.

  1. Bentuk-bentuk kehidupan tidaklah bersifat tetap, tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus-menerus.
  2. Spesies-spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies-spesies terdahulu.
  3. Spesies-spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari moyang yang sama.
  4. Seleksi alam merupakan mekanisme untuk terjadinya evolusi.

Itulah penjelasan mengenai Teori Evolusi Darwin. Semoga bermanfaat.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 3 Untuk kelas XII SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *