Tipe – Tipe Ekosistem

Di bumi ini terdapat tipe – tipe ekosistem yang masing-masing memiliki ciri-ciri komunitas yang menonjol dengan spesies dominan yang berbeda. Perbedaan itu, antara lain dipengaruhi oleh faktor-faktor biotik dan abiotik yang ada dalam setiap ekosistem. [silahkan baca juga: Komponen Ekosistem : Komponen Abiotik dan Komponen Biotik] Ekosistem hutan hujan tropis memiliki spesies dominan yang berbeda dari ekosistem hutan gugur karena faktor-faktor biotik dan abiotik penyusunnya juga berbeda. Berbagai tipe ekosistem yang ada di muka bumi ini saling berinteraksi membentuk biosfer.

Berdasarkan adanya keterlibatan atau campur tangan manusia, ekosistem dapat dibedakan menjadi ekosistem alami dan ekosistem binaan. Dalam ekosistem alami, terdapat saling ketergantungan yang tinggi antara hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Dalam ekosistem tersebut, tidak diperlukan campur tangan manusia. Secara garis besar, berdasarkan media tumbuhnya, ekosistem alami dibedakan menjadi ekosistem air (akuatik) dan ekosistem darat (terestrial). Sementara itu, berdasarkan salinitasnya, ekosistem air dibedakan menjadi ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan ekosistem air payau. Atas dasar ketinggian tempat, ekosistem darat dapat dibedakan menjadi ekosistem dataran rendah dan ekosistem dataran tinggi. Sementara itu, berdasarkan jenis vegetasinya, ada ekosistem hutan, ekosistem tegalan, dan ekosistem savana/ rumput.

tipe - tipe ekosistemNegara kita, Indonesia, memiliki begitu banyak ekosistem, yaitu sekitar 90 tipe ekosistem yang terbentang dari permukaan laut hingga puncak gunung. Keanekaragaman tersebut dipengaruhi oleh variasi iklim, letak geografis, faktor fisik, dan faktor kimia tanah. Tiap ekosistem itu ditumbuhi oleh vegetasi yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh ekosistem darat alami yang ada di Indonesia berdasarkan jenis vegetasi yang dominan, ketinggian dari permukaan laut, dan faktor iklimnya.

1. Tipe Ekosistem Hutan Pinus

Ekosistem hutan pinus terdapat pada daerah dengan ketinggian 700—1.000 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata 18—23oC. Vegetasi yang mendominasi adalah pinus (Pinus merkusii) (Gambar di atas bagian a).

2. Tipe Ekosistem Belukar

Jenis ekosistem ini dijumpai pada ketinggian kurang dari 1.000 m dpl dengan suhu rata-rata 21—26oC. Ekosistem ini memiliki vegetasi utama, antara lain Macaranga, Melastoma, Mallotus, dan Trema.

3. Tipe Ekosistem Hutan Payau (Mangrove)

Ekosistem hutan payau terdapat pada daerah dengan ketinggian kurang dari 5 m dpl. Suhu rata-rata pada daerah tersebut adalah sekitar 26oC. Rhizophora, Bruguiera, Avicennia, dan Sonneratia merupakan vegetasi yang mendominansi ekosistem tersebut (Gambar di atas bagian b).

4. Tipe Ekosistem Hutan Musim Gugur Daun

Daerah dengan ketinggian kurang dari 800 m dpl dan bersuhu rata-rata di atas 22oC merupakan tempat terdapatnya ekosistem ini. Ekosistem ini memiliki vegetasi utama, antara lain Protium javanicum, jati (Tectona grandis), Eucalyptus, dan Pterocarpus.

5. Tipe Ekosistem Padang Rumput Pegunungan

Daerah dengan ketinggian 1.500—2.400 m dpl dan dengan suhu rata-rata 18—23oC adalah tempat ekosistem ini berada. Vegetasi utamanya, antara lain Festuca, Agrostis, Cymbopogon, dan Imperata cylindrica.

Ekosistem binaan adalah ekosistem yang “diciptakan” manusia untuk berbagai keperluan. Secara terus-menerus, manusia mengelola dan mengembangkan ekosistem sesuai dengan kebutuhannya. Dalam ekosistem binaan, umumnya faktor-faktor abiotiknya ditentukan oleh manusia sebagai “pembentuk” atau “pembuatnya”. Ekosistem tersebut tidak akan bertahan tanpa adanya campur tangan manusia secara terus-menerus. Dibandingkan ekosistem alami, di dalam ekosistem binaan banyak terjadi penyimpangan. Contoh ekosistem binaan, antara lain ekosistem perkebunan, ekosistem sawah, ekosistem hutan tanaman industri, ekosistem tambak, dan ekosistem bendungan.

Penggolongan ekosistem seperti yang diterangkan di atas bukan merupakan hal yang mutlak. Penggolongan tersebut dapat berbeda antara buku yang satu dan buku yang lain. Namun, yang terpenting adalah setiap ekosistem itu menunjukkan ciri khas tersendiri.

Sumber:

Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelajah Dunia BIOLOGI 1 Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *