Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Spermatophyta adalah kelompok tumbuhan yang paling banyak jenis dan populasinya di muka bumi. Spermatophyta berasal dari kata spermae = biji dan phyton = tumbuhan, sehingga bisa disebut juga sebagai Tumbuhan Berbiji. Kelompok tumbuhan ini mudah dikenali karena memiliki ukuran tubuh yang cenderung besar sehingga jika orang berbicara tentang tumbuhan, asosiasinya hampir selalu pada kelompok ini.

1. Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji

Tumbuhan berbiji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi. Ciri utama kelompok tumbuhan ini adalah adanya suatu organ yang berupa biji. Biji berasal dari bakal biji yang dapat disamakan dengan mega/makro-sporangium. Biji merupakan alat perkembangbiakan seksual karena proses pembentukannya didahului oleh suatu peristiwa seksual, yaitu peleburan telur dan sperma. Fungsi lain biji adalah sebagai alat pemencaran tumbuhan.

Seperti halnya tumbuhan paku, tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan berkormus sejati (Cormophyta) karena tubuhnya sudah dapat dibedakan menjadi tiga bagian pokok, yaitu akar, batang, dan daun. Dari akar, batang, hingga ke daun-daun tumbuhan berbiji terdapat sistem pembulu yang tidak terputus. Melalui sistem pembuluh tersebut, air dan bahan-bahan terlarut di dalamnya serta hasil fotosintesis dapat diangkut dan tempat yang satu ke tempat yang lain. Oleh karena itu, tumbuhan berbiji juga digolongkan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta).

2. Klasifikasi Tumbuhan Berbiji

Berdasarkan letak biji dalam bakal buah, Spermatophyta dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup.

a. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Gymnospermae (gymno = terbuka/telanjang dan spermae = biji) merupakan salah satu kelompok tumbuhan berbiji dengan ciri utama biji tidak dibentuk dalam bakal buah. Biji-biji ini hanya melekat pada permukaan atas sisik yang pipih dan terbuka. Biasanya, sisik pembawa hiji tersebut berkumpul membentuk suatu kerucut atau konus yang disebut runjung (strobilus). Adakalanya sisik-sisik ini menutup biji dengan maksud untuk melindungi biji yang sedang mengalami proses pematangan.

Strobilus jantan dan betina pada pembahasan Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Pembahasan lebih lanjut mengenai Tumbuhan Berbiji Terbuka dilakukan secara terpisah, silahkan kunjungi Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae).

b. Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)

Angiospermae atau disebut juga Magnoliophyta merupakan kelompok tumbuhan pembentuk biji dengan biji terbungkus dalam buah yang dibentuk dan bakal buah (ovarium). Angiospermae pertama kali muncul di muka bumi sekitar 140 juta tahun yang lalu, yaitu selama zaman Jura. Ada lebih dari 300.000 spesies tumbuhan anggota Angiospermae yang terdapat dalam semua bentuk kehidupan (habit) tumbuhan, seperti pohon, tumbuhan pemanjat, epifit, semak, dan tumbuhan herbaseus.

Pembahasan lebih lanjut mengenai Tumbuhan Berbiji Tertutup dilakukan secara terpisah, silahkan kunjungi Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup).

Sumber:
Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelaajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *