Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Gymnospermae atau Tumbuhan Berbiji Terbuka merupakan tumbuhan berkayu dengan habitus berupa semak, perdu, atau pohon dengan batang tegak lurus tanpa cabang arau bercabang-cabang. Hampir semua Gymnospermae merupakan tumbuhan yang hijau sepanjang tahun, contohnya pinus. Sebagian besar Gymnospermae memiliki daun berbentuk mirip jarum atau mirip sisik. Gymnospermae tertentu, seperti Cycas, Ginkgo, dan Gnetum, memiliki daun-daun yang lebar dan tipis. Gyimospermae belum memiliki bunga yang sesungguhnya. Ada empat divisi yang termasuk kelompok Gymnospermae atau Tumbuhan Berbiji Terbuka, yaitu Coniferophyta, Cycadophyta, Ginkgophyta, dan Gnetophyta.

1) Divisi Coniferophyta

Coniferophyta berasal dan kata Conus = kerucut; ferein = mendukung; phyton tumbuhan. Kelompok tumbuhan yang lebih dikenal dengan nama tumbuhan konifer ini merupakan divisi yang paling besar dan paling penting dalam kelompok Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka) yang meliputi pinus, cemara, juniper, dan Sequoia. Tumbuhan konifer diperkirakan telah ada di muka humi ini sejak zaman Karbon sekitar 290 juta tahun yang lalu.

Sebagian besar tumbuhan konifer merupakan pepohonan, tetapi ada beberapa spesies yang berupa perdu. Umumnya konifer memiliki batang pokok dominan yang lurus dan sering mencapai ketinggian lebih dari 30 m. Contohnya adalah Sequoia sempervireus yang tingginya mencapal 117 m. Pohon yang terdapat di Hutan Mariposa di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat itu merupakan pohon tertinggi di dunia (Gambar di bawah ini).

Pohon Sequoia termasuk Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Umumnya daun-daun tumbuhan konifer berbentuk jarum, tetapi ada juga yang berdaun seperti sisik. Kebanyakan tumbuhan konifer selalu hijau sepanjang tahun, meskipun ada beberapa tumbuhan konifer yang meranggas. Tumbuhan konifer menghasilkan biji yang berkembang di dalam strobilus (gambar di bawah).

Strobilus jantan dan betina pada pinus, Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Strobilus itu memerlukan waktu empat hingga dua tahun untuk mencapai kematangan. Ukurannya pun bervariasi, dari 2 mm hingga 60 cm. Beberapa famili tumbuhan konifer memiliki strobilus berkayu yang jika matang, sisik-sisiknya membuka dan membiarkan biji-bijinya jatuh. Biji-biji tersebut dapat tersimpan dalam strobilus yang tertutup selama 60—80 tahun. Beberapa tumbuhan konifer memiliki strobilus jantan dan strobilus betina pada tumbuhan yang sama (berumah satu) dan beberapa tumbuhan konifer lainnya memiliki strobilus jantan serta betina pada tumbuhan yang berbeda (berumah dua).

Tumbuhan konifer tersebar secara luas di permukaan bumi, terutama di daerah-daerah yang lebih dingin pada zona iklim sedang dan di daerah-daerah pegunungan zona iklim tropis.

Sebagian besar tumbuhan konifer, misalnya Pinus, menghasilkan strobilus jantan dan strobilus betina pada pohon yang sama. Strobilus jantan berukuran kecil, lunak, dan terdiri atas sejumlah daun-daun sisik (mikrosporofil) yang tersusun mengelilingi sumbu absis. Tiap daun sisik mengandung dua kantong serbuk sari (mikrosporangia) (Gambar di atas bagian b). Strobilus betina (Gambar di atas bagian a) berukuran lebih besar daripada strobilus jantan dan tetap menempel pada pohon selama tiga tahun. Pada permukaan atas tiap sisik (megasporofil) terdapat bakal biji telanjang (tidak terbungkus di dalam bakal buah/ ovarium).

daur hidup pinus, Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Butir-butir serbuk sari dan strobilus jantan yang masak terbawa oleh angin ke strobilus betina. Butir-butir serbuk sari itu mendarat pada bakal biji dan terjadilah penyerbukan. Selanjutnya, butir-butir serbuk sari membentuk tabung/buluh serbuk sari di dalam kantong embrio (megagametofit). Kemudian, buluh serbuk sari membawa sperma ke dalam bakal biji untuk membuahi telur di dalam arkegonium. Pembuahan pada Pinus dan tumbuhan Gymnospermae umumnya pembuahan tunggal. Hanya satu telur yang dibuahi dan tumbuh berkembang menjadi embrio. Embrio dan bagian-bagian sekeliling bakal biji ini tumbuh dan akhirnya terbentuk sebuah biji bersayap yang masak.

Di antara semua Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka), tumbuhan konifer merupakan divisi yang anggota-anggotanya paling bernilai secara ekonomis. Dari pohon Pinus diperoleh bahan papan kayu lunak. Dari pohon damar (Agathis alba), diperoleh getah damar untuk cat dan pernis. Beberapa spesies lainnya menghasilkan zat penyamak kulit hewan. Di dalam hutan, akar tumbuhan konifer berfungsi menahan kekuatan curah hujan, mengikat tanah, dan mencegah terjadinya erosi tanah.

2) Divisi Cycadophyta

Cycadophyta merupakan Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka) yang tertua dan paling primitif sehingga sering kali disebut “fosil hidup”. Diperkirakan, Cycadophyta sudah ada di muka bumi sejak 320 juta tahun yang lalu. Tumbuhan Gymnospermae yang termasuk dalam divisi Cycadophyta memiliki habitus menyerupai pohon palem, berkayu, dan tidak atau sedikit sekali bercabang (Gambar di bawah bagian a). Cycadophyta berbatang tebal dan daun mudanya menggulung seperti daun paku. Tumbuhan ini hidup di daerah tropis dan subtropis.

penampakan Cycas anggota Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Cycadophyta berkembang biak dengan runjung atau strobilus. Ada dua macam strobilus, yaitu strobilus jantan dan strobilus betina, yang masing-masing panjangnya bisa lebih dan 60 cm dengan berat lebih dari 12,7 kg (Gambar di atas bagian b dan c). Strobilus betina berukuran besar dan biasanya berkayu. Pada strobilus betina terdapat sporofil berbentuk sisik dengan dua bakal biji. Sementara itu, strobilus jantan memiliki banyak sisik yang menghasilkan butir-butir serbuk sari. Butir-butir ini terbawa oleh angin ke bakal biji yang terdapat pada strobilus betina.

Buluh-buluh serbuk sari, yang dibentuk oleb serbuk sari, tumbuh ke dalam bakal biji. Sperma-sperma dan buluh serbuk sari tersebut kemudian membuahi telur yang terdapat di dalam bakal biji. Sebuah telur yang dibuahi tumbuh dan berkembang menjadi lembaga biji. Ketika masak, lembaga biji jatuh ke tanah dan berkecambah.

Beberapa anggota Cycadophyta sering di budidayakan sebagai tanaman hias, contohnya pakis haji (Cycas rumphií). Di dalam akar pakis haji terdapat ganggang biru Anabaena yang dapat mengikat nitrogen dan udara. Akar pakis haji dinamakan akar bunga karang. Barang beberapa jenis Cycadophyta merupakan penghasil sagu dan telah dibudidayakan secara luas di Malaysia dan Indonesia. Meskipun begitu, bijinya diketahui mengandung bahan kimia karsinogenik.

3) Divisi Ginkgophyta

Ginkgo biloba atau pohon rambut dara/putri (maiden hair tree) merupakan satu-satunya anggota divisi Ginkgophyta yang masih hidup. Seperti halnya Cycas, G. biloba disebut juga “fosil hidup” karena diperkirakan telah ada di muka bumi sejak 217 juta tahun yang lalu. Ginkgo biloba merupakan tumbuhan berumur panjang. Beberapa spesimennya diduga berumur Iebih dan 2.500 tahun.

Pohon Ginkgo kadang-kadang mencapai ketinggian 28-30 m dengan diameter barang lebih dan 1 m. Daun-daunnya menggerombol dan berbentuk kipas seperti suplir dengan tulang-tulang daun mirip rusuk yang menonjol (Gambar di bawah).

Ginkgo biloba anggota Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Tumbuhan Ginkgo berumah dua. Strobilus jantan berukuran kecil dan strobilus betina berstruktur sederhana. Satu strobilus betina memiliki dua sisik mirip piala yang sangat kecil, yang masing-masing berisi satu bakal biji. Jika masak, strobilus betina berdaging dan tampak seperti arbei. Penyerbukannya dibantu oleh angin. Setelah terjadi pembuahan. setiap bakal biji tumbuhan berkembang menjadi sebuah biji dengan satu lembaga.

Biji yang terbentuk berukuran 1,5-2 cm dan berdaging pada waktu masak. Biji tersebut mengandung asam butanoat dan berbau seperti mentega tengik. Setelah dikupas dan dimasak, biji Ginkgo dapat dimakan. Di Cina, biji Ginkgo merupakan makanan tradisional dan sering kali dihidangkan pada saat pesta pernikahan. Selain diyakini bermanfaat bagi kesehatan, biji Ginkgo juga merupakan sumber minyak dan insektisida. Ekstrak daunnya mengandung glikosida flavonoid yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan. Ekstrak tersebut memiliki banyak manfaat, tetapi terutama digunakan sebagal penambah daya ingat dan bahan antivertigo.

Walaupun berasal dan Cina, pohon Ginkgo telah ditanam secara luas di banyak daerah di dunia, di taman-taman, dan di kebun-kebun serta di sepanjang jalan raya sebagai pohon hias.

4. Divisi Gnetophyta

Divisi Gnetophyta memiliki sekitar 70 spesies yang terbagi dalam tiga ordo, yaitu Ephedrales, Welwitschiales, dan Gnetales. Ordo Ephedrales terdiri atas hanya satu genus, yaitu Ephedra. Ordo Welwitschiales hanya memiliki satu spesies, yaitu Welwitschia mirabilis, yang hanya tumbuh di gurun di Namibia dan Angola, Afrika (Gambar di bawah).

Welwitschia mirabilis, divisi Gnetophyta anggota Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Ordo Gnetales merupakan anggota Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka) yang paling berkembang. Ordo ini terdiri atas hanya satu genus, yaitu Gnetum, dengan 30 spesies. Anggota genus Gnetum yang paling penting adalah melinjo (Gnetum gnemon) (Gambar di bawah).

Gnetum gnemon anggota Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospermae)

Daun muda belinjo dapat digunakan untuk sayur, demikian pula bijinya. Selain itu, bijinya digunakan untuk pembuatan emping. Adapun serabut kulitnya digunakan untuk pembuatan jala yang kuat dan tahan terhadap air laut.

Sumber:
Pujiyanto, Sri.(2012). Menjelaajah Dunia BIOLOGI Untuk kelas X SMA dan MA. Platinum: Solo

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *